Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rumah singgah PGOT bisa jadi celah 'proyek' pemerintah

karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul

Jogjakarta-KoPi| Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada seluruh pemda di Indonesia menyiapkan lahan untuk untuk rumah singgah bagi PGOT. Sebagai field project Pemda DIY membuat program Desaku Menanti di Gunung Kidul. Program Desaku Menanti realisasi amanat dari Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.

Adanya payung hukum kepada PGOT tersebut akan mempermudah penyaluran anggaran dari Kementrian Sosial kepada daerah untuk menuntaskan persoalan PGOT.

Namun Pembina Rumah Singgah Hafara, Chabib Wibawa mengkhawatirkan rencana rumah singgah PGOT akan berujung pada permainan proyek pemerintah semata. Nanti akan muncul banyak LSM baru yang belum memilki kejelasan hukumnya.

“Banyak muncul proyek, muncul LSM yang tidak jelas, makanya itu LSM itu dibenahin dulu sudah berapa tahun sudah jelas belum,” jelas Chabib.

Dalam penuntasan PGOT Chabib mengingatkan pemerintah untuk hadir sesuai dengan semangat Nawacita pemerintahan Joko Widodo. Pemerintah bukan bertindak mengucurkan dana yang ujungnya menjadi proyek dari instansi pemerintah.

Selain itu Chabib menyayangkan rumah singgah program Desaku Menanti di Gunung Kidul masih memfokuskan pada penanganan gelandangan dan pengemis yang produktif. Sementara gepeng yang non produktif belum ada penanganan yang jelas. Padahal gepeng yang non produktif (gangguan jiwa) itu sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Pendampingan PGOT ada dua, gelandangan yang produktif dan yang tidak produktif. Di sini harus ada lintas sektoral, mana KIS (Kartu Indonesia Sehat), itu hak mereka, Bu Khofifah hanya melihat yang produktif. Ini masih banyak lemahnya,” papar Chabib. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next