Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rumah singgah PGOT bisa jadi celah 'proyek' pemerintah

karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul karya geladangan non produktif di Panti Singgh Hafara, Bantul

Jogjakarta-KoPi| Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menghimbau kepada seluruh pemda di Indonesia menyiapkan lahan untuk untuk rumah singgah bagi PGOT. Sebagai field project Pemda DIY membuat program Desaku Menanti di Gunung Kidul. Program Desaku Menanti realisasi amanat dari Peraturan Daerah DIY Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis.

Adanya payung hukum kepada PGOT tersebut akan mempermudah penyaluran anggaran dari Kementrian Sosial kepada daerah untuk menuntaskan persoalan PGOT.

Namun Pembina Rumah Singgah Hafara, Chabib Wibawa mengkhawatirkan rencana rumah singgah PGOT akan berujung pada permainan proyek pemerintah semata. Nanti akan muncul banyak LSM baru yang belum memilki kejelasan hukumnya.

“Banyak muncul proyek, muncul LSM yang tidak jelas, makanya itu LSM itu dibenahin dulu sudah berapa tahun sudah jelas belum,” jelas Chabib.

Dalam penuntasan PGOT Chabib mengingatkan pemerintah untuk hadir sesuai dengan semangat Nawacita pemerintahan Joko Widodo. Pemerintah bukan bertindak mengucurkan dana yang ujungnya menjadi proyek dari instansi pemerintah.

Selain itu Chabib menyayangkan rumah singgah program Desaku Menanti di Gunung Kidul masih memfokuskan pada penanganan gelandangan dan pengemis yang produktif. Sementara gepeng yang non produktif belum ada penanganan yang jelas. Padahal gepeng yang non produktif (gangguan jiwa) itu sangat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Pendampingan PGOT ada dua, gelandangan yang produktif dan yang tidak produktif. Di sini harus ada lintas sektoral, mana KIS (Kartu Indonesia Sehat), itu hak mereka, Bu Khofifah hanya melihat yang produktif. Ini masih banyak lemahnya,” papar Chabib. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next