Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rois Syuriah PBNU, Tema 'Islam Nusantara' jangan buru-buru didebat

Rois Syuriah PBNU, Tema 'Islam Nusantara' jangan buru-buru didebat

Jogjakarta-KoPi| Beberapa waktu yang lalu wacana Islam Nusantara menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Gagasan Islam Nusantara yang digagas oleh kelompok Nahdliyin ini secara eksklusif menjadi tema Muktamar NU ke-33 di Jombang pada tanggal 1-5 Agustus 2015.

Konsep Islam Nusantara seolah menjadi tawaran solusi baru menyikapi kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Menurut Rois Syuriah PBNU, KH. Ahmad Ishomuddin menegaskan konsep Islam Nusantara menegaskan Islam rahmatan lil alamin. Islam yang kental dengan ajaran kasih sayang. Islam Nusantara meneladani praktek ajaran Islam para Wali Songo.

“Islam Nusantara itu lebih luas dari Indonesia. Bukan berarti Islam yang hendak mengganti Islam dari Arab. Konsep Islam Nusantara tentang Islam rahmatan lil alamin mengajarkan kasih sayang. Dan hal ini dilakukan oleh para ulama dan Wali Songo”, papar KH. Ishomuddin saat konferensi pers fatwa Halaqah Alim Ulama di Hotel Santika pukul 11.00 WIB.

Sementara Alissa Wahid memandang Islam Nusantara sebagai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam konteks kebangsaan Indonesia.

Selain itu Islam Nusantara memberikan ruang bebas bagi budaya dan adat istiadat. Namun KH. Ishomuddin membatasi Islam Nusantara hanya melingkupi batasan budaya setempat yang tidak melanggar syariat Islam.

“Seperti pakaian adat Papua itu tidak termasuk dengan Islam Nusantara karena tidak termasuk dalam ajaran Islam. Tapi budaya setempat tetap kita hargai,” tambah KH. Ishomuddin.

KH. Ishomuddin menambahkan tidak ada alasan masyarakat menentang Islam Nusantara karena gagagsan ini tidak mengkesampingkan adat adat istiadat setempat. “Sehingga masyarakat tidak lantas terburu-buru mendebat Islam Nusantara sebelum konsultasi ke kami,” imbuh KH. Ishomuddin.

Sementara dengan budaya pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa, KH. Ishomuddin menilai tidak masalah asalkan tidak menyalahi dengan tajwid dan makharijul huruf.

“Selama kaidah baca Al-Quran seperti tajwid makharijul huruf dilaksanakan dengan benar itu tidak apa-apa. Tetapi kalau itu menimbulkan perdebatan sebaiknya dihindarkan, yang menimbulkan gejolak tidak dilakukan lebih baik baca Al-Quran biasa saja,” jelas KH. Isomuddin. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next