Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rois Syuriah PBNU, Tema 'Islam Nusantara' jangan buru-buru didebat

Rois Syuriah PBNU, Tema 'Islam Nusantara' jangan buru-buru didebat

Jogjakarta-KoPi| Beberapa waktu yang lalu wacana Islam Nusantara menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Gagasan Islam Nusantara yang digagas oleh kelompok Nahdliyin ini secara eksklusif menjadi tema Muktamar NU ke-33 di Jombang pada tanggal 1-5 Agustus 2015.

Konsep Islam Nusantara seolah menjadi tawaran solusi baru menyikapi kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Menurut Rois Syuriah PBNU, KH. Ahmad Ishomuddin menegaskan konsep Islam Nusantara menegaskan Islam rahmatan lil alamin. Islam yang kental dengan ajaran kasih sayang. Islam Nusantara meneladani praktek ajaran Islam para Wali Songo.

“Islam Nusantara itu lebih luas dari Indonesia. Bukan berarti Islam yang hendak mengganti Islam dari Arab. Konsep Islam Nusantara tentang Islam rahmatan lil alamin mengajarkan kasih sayang. Dan hal ini dilakukan oleh para ulama dan Wali Songo”, papar KH. Ishomuddin saat konferensi pers fatwa Halaqah Alim Ulama di Hotel Santika pukul 11.00 WIB.

Sementara Alissa Wahid memandang Islam Nusantara sebagai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam konteks kebangsaan Indonesia.

Selain itu Islam Nusantara memberikan ruang bebas bagi budaya dan adat istiadat. Namun KH. Ishomuddin membatasi Islam Nusantara hanya melingkupi batasan budaya setempat yang tidak melanggar syariat Islam.

“Seperti pakaian adat Papua itu tidak termasuk dengan Islam Nusantara karena tidak termasuk dalam ajaran Islam. Tapi budaya setempat tetap kita hargai,” tambah KH. Ishomuddin.

KH. Ishomuddin menambahkan tidak ada alasan masyarakat menentang Islam Nusantara karena gagagsan ini tidak mengkesampingkan adat adat istiadat setempat. “Sehingga masyarakat tidak lantas terburu-buru mendebat Islam Nusantara sebelum konsultasi ke kami,” imbuh KH. Ishomuddin.

Sementara dengan budaya pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa, KH. Ishomuddin menilai tidak masalah asalkan tidak menyalahi dengan tajwid dan makharijul huruf.

“Selama kaidah baca Al-Quran seperti tajwid makharijul huruf dilaksanakan dengan benar itu tidak apa-apa. Tetapi kalau itu menimbulkan perdebatan sebaiknya dihindarkan, yang menimbulkan gejolak tidak dilakukan lebih baik baca Al-Quran biasa saja,” jelas KH. Isomuddin. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next