Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rizki kenalkan batik 'Suku Dayak' Kalimantan

Rizki kenalkan batik 'Suku Dayak' Kalimantan

Jogjakarta-KoPi| "Membatik itu fun dan menambah bayak pengalaman, ilmu serta timbul balik positif bagi diri saya dan orang lain," begitulah kesan Rizkiana Saraswati terhadap batik tulis.

Gadis kelahiran Kutai, Kalimantan Timur ini memang sejak lama menekuni dunia batik. Kecintaanya pada membatik mengantarnya mengambil jurusan membatik di salah satu sekolah kejuruan batik di Jogjakarta.

Namun kepiawaiannya dalam membatik semakin terasah ketika menimba ilmu di Fakultas Seni Budaya UNY jurusan Pendidikan Seni Rupa.

Dalam membatik Rizki mengembangkan gaya kontemporer. Gaya ini terinspirasi dari kebudayaan Suku Dayak di Pulau Borneo. Tiga gaya yang dikreasikan berupa tameng (perisai), hudoq (topeng), dan sulur (garis lengkung). “Kreasi motif ada inovasi, iya tetap munculin motif utama dan munculin motif pendukung," ujar Riski saat ditemui saat pameran batik di FBS UNY pukul 14.30 WIB.

Untuk mendapatkan detil motif kreasinya, Rizki melakukan observasi dan wawancara langsung dengan suku Dayak Kalimantan. Riski mengakui bentuk kreasi berlatar belakang budaya Kalimantan Timur, memang suatu kampanye agar masyarakat mengenal budaya Indonesia.

Proses merampungkan satu kain batik tulis memakan waktu sekitar dua bulan. Bagi Rizki itu waktu yang normal mengingat proses membatik harus melalui banyak tahapan. Adanya kendala pun, hampir tidak ada, “Kesulitan saat ngelorot malam kadang sampai dua kali,” ujar Riski.

Sementara modal untuk membuat satu kain batik sebesar Rp 200 ribu. Untuk produk kain jadinya dijual dengan bandrol Rp 400 ribu- Rp855 ribu. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next