Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rencana Konser JogjRockarta terancam protes kalangan Arkeolog Indonesia

Rencana Konser JogjRockarta terancam protes kalangan Arkeolog Indonesia

Jogja-KoPi|Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAI) memprotes keras gelaran JogjaRockarta International yang digelar perdana di candi Prambanan lusa (29/8).

Ketua umum IAI ,Djuwita Ramelan mengatakan konser dibawah naungan promotor Rajawali Group ini, berpotensi merusak kawasan candi prambanannya.

Menurutnya, berdasarkan hasil kajian Tim Balai Konservasi Borobudur pada Konser Rajawali group sebelumnya pada Prambanan Jazz 20-21 Agustus 2017 menunjukkan tingkat kebisingan acara tersebut sudah melebihi ambang batas yang sudah ditentukan.

"Tingkat kebisinganannya di atas 60 dB dan tingkat getaran 0,04 mm/deti, sementara ambang batas untuk getaran bangunan kuno/bersejarah sebesar 2 mm/detik, hal ini dikhawatirkan dapat menghasil efek merusak pada struktur ikatan batu-batu candi," ujar Duwita lewat keterangan siaran persnya di Yogyakarta,Rabu (27/9).

Pihak IAI pun berpendapat penyelenggaraan acara di candi Prambanan yang merupakan warisan budaya dunia harus memenuhi ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Pada UU tersebut ,pasal 86 berbunyi bahwa Pemanfaatan yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan wajib didahului dengan kajian, penelitian, dan/atau analisis mengenai dampak lingkungan. Jika UU tidak dipatuhi maka penyelenggara dapat terancam pidana.

Melihat fakta data dan UU tersebut, IAI mendesak agar Rajawali memindahkan letak konser acara venue diluar warisan dan cagar budaya.

"Kami mendesak agar penyelenggara agar memindahkan letak konser diluar candi Prambanan,"

Selain merusak, IAI juga menilai venue Candi Prambanan tidak sesuai sebagai tempat gelaran. Menurut IAI, Candi Prambanan ini merupakan situs agama memiliki nilai kesakralan tinggi dan tidak boleh konser digelar dilokasi tersebut.

"Pelataran tempat diselenggarakan acara termasuk dalam wilayah suci karena masuk pagar candi. Secara etika seharusnya pihak penyelenggara memperhatikan nilai kesucian yang dapat menyinggung perasaan beragama umat beragama,"lanjutnya.

Sementara itu, dari Pihak Rajawali baik itu promotor ataupun CEOnya Anas Syahrul Alimi belum memberikan tanggapan terkait protes IAI ini.

Jogjarockarta International Rock Music Festival 2017 akan diselenggarakan pada 29-30 September 2017 di halaman kedua Candi Prambanan. Acara ini akan menampilkan sejumlah musisi Rock dan metal Indonesia seperti Godbless,Roxx,Pasband, Death Vomit ,dan Burgerkill. Tak luput ,raksasa dunia Rock, Dream Theater akan tampil di dua hari gelaran sebagai headliner utama.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next