Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Realisasi pembangunan 49%, Bappeda otokritik bersama

Sultan HB memberikan tanggapan pada hasil monitoring Bappeda di Hotel Inna Garuda Sultan HB memberikan tanggapan pada hasil monitoring Bappeda di Hotel Inna Garuda

Jogjakarta-KoPi| Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DIY (Bappeda) mengadakan monitoring APBD triwulan II Tahun Anggaran 2015 di Hotel Inna Garuda pukul 10.00 WIB. Kepala Bappeda Tavip Agus Rayanto melaporkan semua aspek pehasil pembangunan di DIY hingga Juli 2015.

DIY terus memacu laju pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Pembangunan mencakup fisik dan non-fisik. Program pembangunan fisik meliputi infrastruktur dan pengentasan kemiskinan untuk aspek non-aspek.

Anggaran pembangunan DIY berasal dari APBN, APBD dan dana keistimewaan. Selama tiga tahun sejak tahun 2013, danais menambah pundi-pundi anggaran DIY. Tavip menuturkan anggaran danais banyak terkuras untuk membiayai kegiatan kebudayaan.

"Kinerja anggaran keistimewaan danais tahun 2015 sebesar 547 miliar th 2015. Padahal mintanya 2 triliun. Tapi 547 miliar saja ga mampu optimal. Anggaran banyak untuk urusan kebudayaan 77% , kedua tata ruang, 21% pertanahan," jelas Tavip

Besaran anggaran 2015 untuk membiayai 2000an kegiatan. Dengan angka realisasi sebesar 49 %. Prosentase tersebut menempatkan DIY pada rangking empat pembangunan daerah se- Indonesia.

Tavip juga menyayangkan, secara hasil pembangunan fisik meningkat namun tidak berpedoman pada efisiensi anggaran. Masih banyak pembangunan mengskploitasi anggaran.

"Kalau saya fisiknya lebih tinggi dari perkembangannya, ini ada dua pertanyaan besar ini efisiensi atau pelaksanannya yang ngawur , ini menjadi otokritik bersama," kritik Tavip.

Sultan HB X menanggapi para SKPD terkait untuk lebih cerdas dan kreatif mengelola anggaran yang tersedia.

"Kalau kegiatan kecil-kecil, Sedangkan duit makin banyak. Butuh kreativitas bapak-bapak ibu-ibu. Kegiatan akan banyak yang tidak tercapai skoring rendah," tegas Sultan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next