Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Realisasi pembangunan 49%, Bappeda otokritik bersama

Sultan HB memberikan tanggapan pada hasil monitoring Bappeda di Hotel Inna Garuda Sultan HB memberikan tanggapan pada hasil monitoring Bappeda di Hotel Inna Garuda

Jogjakarta-KoPi| Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DIY (Bappeda) mengadakan monitoring APBD triwulan II Tahun Anggaran 2015 di Hotel Inna Garuda pukul 10.00 WIB. Kepala Bappeda Tavip Agus Rayanto melaporkan semua aspek pehasil pembangunan di DIY hingga Juli 2015.

DIY terus memacu laju pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Pembangunan mencakup fisik dan non-fisik. Program pembangunan fisik meliputi infrastruktur dan pengentasan kemiskinan untuk aspek non-aspek.

Anggaran pembangunan DIY berasal dari APBN, APBD dan dana keistimewaan. Selama tiga tahun sejak tahun 2013, danais menambah pundi-pundi anggaran DIY. Tavip menuturkan anggaran danais banyak terkuras untuk membiayai kegiatan kebudayaan.

"Kinerja anggaran keistimewaan danais tahun 2015 sebesar 547 miliar th 2015. Padahal mintanya 2 triliun. Tapi 547 miliar saja ga mampu optimal. Anggaran banyak untuk urusan kebudayaan 77% , kedua tata ruang, 21% pertanahan," jelas Tavip

Besaran anggaran 2015 untuk membiayai 2000an kegiatan. Dengan angka realisasi sebesar 49 %. Prosentase tersebut menempatkan DIY pada rangking empat pembangunan daerah se- Indonesia.

Tavip juga menyayangkan, secara hasil pembangunan fisik meningkat namun tidak berpedoman pada efisiensi anggaran. Masih banyak pembangunan mengskploitasi anggaran.

"Kalau saya fisiknya lebih tinggi dari perkembangannya, ini ada dua pertanyaan besar ini efisiensi atau pelaksanannya yang ngawur , ini menjadi otokritik bersama," kritik Tavip.

Sultan HB X menanggapi para SKPD terkait untuk lebih cerdas dan kreatif mengelola anggaran yang tersedia.

"Kalau kegiatan kecil-kecil, Sedangkan duit makin banyak. Butuh kreativitas bapak-bapak ibu-ibu. Kegiatan akan banyak yang tidak tercapai skoring rendah," tegas Sultan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next