Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Rapat Internal Disperindagkop, Jogja 'negatif' beras plastik

Rapat Internal Disperindagkop, Jogja 'negatif' beras plastik

Jogjakarta-KoPi| Menindaklanjuti surat edaran dari mendagri No 51 tanggal 21 Mei tahun 2015 jajaran dinas perdagangan dan pangan mengadakan rapat internal di kantor Disperindagkop Jogja sekitar pukul 09.00 WIB.

Rapat yang berjalan selama kurang lebih dua jam tersebut dihadiri oleh Disperindagkop kota dan kabupaten se-DIY, BKPP dan BPOM. Menurut kepala bidang perdagangan, Eko Wiyoto memaparkan hasil rapat berupa pengawasan beras plastik dan pengawasan distribusi raskin oleh Bulog.

Berdasarkan laporan operasi pasar yang telah dilakukan di daerah-daerah menyatakan peredaran beras plastik di DIY negatif. Adanya isu temuan di Sleman dan Gunungkidul pun sudah dikonfirmasi oleh dinas terkait juga menyatakan negatif dan aman.

“Dinas terkait sudah melakukan pemantauan dan pengwasan dari beras plastik. Dari uji visual beras yang terindikasi plastik itu tidak ada. Terakhir dikatakan oleh BPOM berdasarkan uji laboratorium, tidak terindikasi beras plastic. Pada intinya peredaran beras di DIY, aman ,jadi masyarakat tidak perlu resah”, papar Eko.

Untuk pengawasan selanjutnya isu beras plastik sudah dicounter oleh pemerintah pusat. Bahkan laporan pihak kepolisian di Bekasi yang diduga terindikasi menyebutkan tidak ada temuan adanya beras plastik.

“Kebetulan POLRI punya lab sendiri, Jadi secara nasional pihak POLRI mengatakan aman sementara jajaran Disperindagkop provinsi dan daerah ini meneruskan berita POLRI tersebut”, pungkas Eko. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next