Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rakyat korban bencana Montara desak DPR RI untuk RDPU

Rakyat korban bencana Montara desak DPR RI untuk RDPU

Kupang-KoPi| Salah seorang korban kasus tumpahan minyak Montara 2009 H Faren Mustafa yang juga adalah Ketua Antralamor (Aliansi Nelayan Tradisional Laut Timor) mengatakan bahwa pihaknya mendesak DPR RI agar segera adakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang pencemaran Laut Timor tahun 2009 kepada wartawan di bilangan perkampungan nelayan Oe'sapa-Kupang Selasa (27/09).

"Desakan ini kami lakukan karena kasus tumpahan minyak Montara tahun 2009 yang telah berjalan selama 7 tahun lebih tidak sedikit pun tidak mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Pusat, bahkan bisa dikatakan Pemerintah Pusat tidak perduli sama sekali terhadap penderitaan rakyat NTT. Suara kami rakyat NTT dan Pemerintah di daerah Provinsi NTT seolah dibaikan dan tidak berharga di mata Pemerintah Pusat," kata Mustafa.

Aliansi mendesak agar DPR RI segera adakan RDPU Gabungan Komisi yang terdiri dari Komisi V,Komisi I,Komisi III,Komisi IV,Komisi VII dan Komisi IX sementara pihak pihak terkait yang diusulkan untuk hadir dalam RDPU ini adalah Menteri Perhubungan selaku Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut, Menteri Luar Negeri,Menteri ESDM,Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,Menteri Kesehatan serta Duta Besar Australia untuk Indonesia.

Menanggapi desakan rakyat korban Montara tersebut secara terpisah,Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni mengataka,tindakan rakyat korban Montara yang mendesak DPR RI untuk mengadakan RDPU Gabungan itu merupakan sebuah langkah yang benar dan tepat sekali, guna memacu percepatan penyelesaian kasus tumpahan minyak Montara 2009 secara menyeluruh.

Labih lanjut,Tanoni yang juga adalah mantan agen Imigrasi Australia itu mengatakan, DPR RI sebagai representasi rakyat sudah semestinya bersinergi dengan Pemerintah Indonesia untuk segera bersikap secara tegas terhadap Sakandal Pencemaran Laut Timor 2009 yang ditutupi pihak tertentu bersama Pemerintah Australia”.

Lebih 13.000 petani rumput laut telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan pencemar Laut Timor PTTEP Australasia Pty.Ltd di Pengadilan Federal Australia di Sydney pada tanggal 3 Agustus 2016 dan sidang perdana kasus ini telah dibuka pada tanggal 22 Agustus 2016,namun Pemerintah Indonesia tidak sedikit pun bergeming untuk membantu rakyat nya yang berjuang habis habisan untuk mencari keadilan,demikin Mustafa.|Jack

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next