Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

PTTEP bermasalah dengan Indonesia, Luhut Panjaitan malah menawarkan Blok Migas Natuna

og indonesia og indonesia

Kupang-KoPi| Plt.Menteri ESDM Luhut Binsar Pandajitan didesak untuk segera membatalkan penawaran Blok Migas Natuna kepada perusahaan PTT EP. Bahkan, menurut Herman Jaya, seharusnya seluruh aset dan ijin operasi dari korporasi milik Pemerintah Thailand ini yang ada di Indonesia dibekukan sementara guna mempertanggungjawabkan kejahatan korporasi ini yang dilakukan di Laut Timor pada tahun 2009.

Demikian disampaikan juru bicara Tim Advokasi Skandal Laut Timor (TASLAMOR) Herman Jaya kepada wartawan di Kupang menanggapi pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan kepada media di Jakarta bahwa Pemerintah RI telah memberikan penawaran kepada PTT EP guna mengelola blok Migas di Natuna.

Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan mengaku telah menawarkan menawarkan blok migas perairan Natuna kepada PTT Exploration and Production Pcl (PTTEP), perusahaan migas yang berbasis di Thailand, dan Inpex Corporation, perusahaan migas Jepang. Tawaran kerja sama keduanya dilakukan dalam kesempatan yang berbeda.

"Jadi, waktu itu PTT datang, kami tawarkan. Ketika kami ke Jepang, kami tawarkan juga blok-blok migas tersebut ke Inpex. Mereka bilang mereka tertarik," tutur Luhut, Selasa (11/10).

Menurut Herman Jaya, PTT Exploration and Production Pcl (PTTEP),ini adalah induk perusahaan dari pada PTTEP Australasia Pty.Ltd yang bertanggung jawab penuh terhadap kejahatan tumpahan minyak Montara 2009 di Laut Timor yang telah mengakibatkan lebih dari 100 ribu masyarakat miskin di pesisir NTT menderita hingga saat ini karena kehilangan mata pencaharian mereka yakni para petani rumput laut dan nelayan.

Belum lagi diperkirakan lebih 60.000 ha terumbu karang di kawasan laut Timor dan laut Sawu hancur hancur dan diduga akibat dari petaka tumpahan minyak Montara 2009 tersebut,tambah Herman.

Korporasi ini dikenal sangat ceroboh dan lari dari tanggung jawab nya,pada tahun 2013 terjadi petaka tumpahan minyak mentah di Thailand di Provinsi Rayong yang dilakukan oleh anak perusahaan nya PTT Global Chemistry. Namun,hingga saat ini tidak jelas pertanggung jawaban nya terhadap kerugian sosial ekonomi masyarakat disana dan kerusakan lingkungan yang terjadi,jelas Herman.

Korporasi seperti ini seharus nya di black list di Negara ini. Kenapa Pak Luhut tidak mau menawarkan blok migas natuna kepada perusahaan perusahaan nasional ?.Akan jauh lebih menguntungkan bila blok migas Natuta ditawarkan dan diserahkan kepada perusahaan nasional baik itu BUMN maupun swasta murni.
Ironis
Secara terpisah Ketua YPTB,Ferdi Tanoni mengatakan,PTTEP sedang menghadapi gugatan 13.000 rakyat NTT dalam Class Action di Pengadilan Federal Australia.

Selain itu,mantan agen imigrasi Australia ini mengatakan bahwa sangatlah ironis dimana di satu pihak Pak Luhut selaku Menko Kemaritiman,membawahi Tim Nasional Penyelesaian Sengketa Tumpahan Minyak Montara 2009 di Laut Timor yang juga sedang mempersiapkan sebuah gugatan pidana dan perdata terhadap PTT Exploration and Production Pcl (PTTEP). Sementara di satu sisi selaku Plt.Menteri ESDM, korporasi ini seolah diberikan kepercayaan.

"Saya sangat percaya,Pak Luhut selalu dan pasti mengedepankan kepentingan nasional di atas segala kepentingan lain nya,dan keputusan memberikan penawaran kepada PTTEP di Blok Natuna tersebut diduga telah dimanipulasi oleh para staf di Kementerian ESDM dan SKK Migas,kata Tanoni.

“Saya yakin bahwa bila Pak Luhut telah mengetahu bahwa PTTEP adalah sebuah perusahaan yang melakukan kejahatan di Laut Timor dan telah pula membunuh ratusan ribu mata pencaharian rakyat miskin,pasti beliau tidak teken surat penawaran itu” “Saya juga yakin bahwa setiap saat penawaran ke PTTEP tersbut bisa dibatalkan oleh Pak Luhut”,demikian Ferdi Tanoni |Yudi

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next