Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

PT KAI bantah ada aplikasi khusus agen

PT KAI bantah ada aplikasi khusus agen
Surabaya – KoPi | Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Sumarsono menampik dugaan adanya keistimewaan yang didapat oleh agen online ticketing. Ia menyatakan meskipun PT KAI bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pemesanan tiket, mereka tidak mendapat jalur khusus.
 

“Agen online ticketing seperti Indomart, Alfamart, Paditrain, tiket.com, semuanya juga lewat jalur yang sama seperti penumpang kereta lain,” jelas Sumarsono.

Sumarsono juga menampik PT KAI memberikan aplikasi khusus yang membuat agen mampu memesan tiket sejak H-91 serta dalam jumlah banyak. Menurutnya, para agen mempekerjakan orang-orang untuk berburu tiket. 

“Sama saja seperti orang lain, hanya mereka mampu pesan tiket lebih banyak karena mereka menggunakan tenaga yang lebih banyak. Tidak hanya 1-2 orang saja yang menghadap komputer untuk berburu tiket, tapi bisa puluhan,” katanya.

“Kami tidak berani main-main. Tidak ada yang namanya aplikasi khusus buat agen. Semuanya serba transparan,” lanjut Sumarsono lagi.

Sumarsono bercerita ketika Jonan masih menjabat sebagai Direktur PT KAI, ia pernah mengajak YLKI dan wartawan untuk melihat bagaimana proses pemesanan tiket. Pada akhirnya YLKI menerima bahwa sistem yang digunakan PT KAI transparan dan menutup kemungkinan adanya calo.

“Memang para agen ini mendapat ijin dari PT KAI untuk menjadi perantara pemesanan tiket. Bedanya mereka mendapat ijin untuk menarik biaya administrasi saja,” kata Sumarsono.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next