Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Program desa, masih terkendala kompetensi pendamping

Program desa, masih terkendala kompetensi pendamping

Jogjakarta-KoPi| Lembaga penelitian IRE dan CSES mengadakan penelitian terhadap program desa. Penelitian mengambil empat sampel desa terdiri dari dua desa kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Menurut direktur CCES, Imam Prakoso, latar belakang penelitian merespon adanya UU No. 6 tahun 2014 dan kesiapan desa dalam program pembangunan desa. Tahap lanjutan dari penelitian ke depan menjadi bahan pemetaan pendampingan program desa. Pasalnya konsep program desa akan disesuaikan dengan potensi masing-masing desa.

Berdasarkan penelitian dari sembilan desa terpilih di tiga kabupaten terjadi kesenjangan yang sangat kontras. Kesenjangan terjadi antara kelompok rentan dengan kelompok yeng terlibat aktif dalam program desa.

“Kasus suatu kabupaten terdapat  kelompok rentan dan marginal belum terlibat secara nyata dalam program pembangunan desa baik pengambilan keputusan maupun maupun penerima manfaat program. Dalam pendampingan intervensi program ini, mengaplikasikan instrumen pembelajaran, berharap untuk menguragi kesenjangan, ada proses pembelajaran desa untuk bisa mandiri”, jelas Imam Prakoso.

Imam menambahkan dalam beberapa kasus sebleumnya, tim pendampingan seperti PNPM mandiri yang berfungsi mengentaskan kemiskinan belum berfungsi maksimal.

Hal senada juga diungkapkan oleh Harmoni dari Bantaeng, Sulawesi pendampingan PNPM tidak sesuai dengan harapan masyarakat desa. Hal itu karena wewenang pemilihan pendamping berada di pemerintahan propinsi.

“Kami bersuara untuk pendampingan lokal- yang tahu kondisi daerahnya. Pasalnya mereka (PNPM) mereka cenderung mendampingi desa dengan bangunan fisik seperti membangun jembatan, fokus pada target fisik dan tidak mendampingi masyarakat”, tutur Harmoni. |Roihatul Firdaus, Winda Efanur FS|



back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next