Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Produk olahan UMKM terkendala masuk supermarket

salah satu produk makanan olahan UMKM salah satu produk makanan olahan UMKM

Jogjakarta-KoPi| Forkom UMKM kota DIY dan Disperindagkoptan tengah berupaya memasukan produknya ke toko modern dan supermarket. Sebelumnya produk UMKM sempat menghiasi rak-rak di beberapa supermarket terkenal.

Namun anggota forkom Kecamatan Danurejan, Winaryati. S,Si menyayangkan produk UMKM tersebut belum memilki kontinuitas tetap, hanya beberapa bulan. Selain itu belum semua jenis produk bisa masuk di supermarket.

"Barang kerajinan, masuk di supermerket, tapi yang produk makanan olahan belum bisa masuk,"jelas Winaryanti saat ditemui pada pentas kesenian Pakualaman pada Sabtu, tanggal 6 Februari 2016.

Winaryanti menambahkan pemasaran produk makanan olahan UMKM di supermarket masih terkendala persoalan administratif, seperti uji kelayakan dari badan POM dan sertifikasi. Pengurusan tersebut memakan waktu yang lama sekaligus biaya yang mahal.

Namun pihak UMKM beserta instansi terkait mengupayakan bisa lolos badan POM. "Mengurusnya mahal, satu produk sekitar satu juta, nah kita punya banyak produk olahan jenisnya banyak,"kata Winaryanti.

Sementara untuk pemasaran produk yang kini berjalan sebatas pemasaran sendiri, menyewa di Xt. Square dan mengandalkan event tertentu, seperti event kesenian insidental.

Selain itu besar harapan Winaryanti agar UMKM memiliki kios sendiri. "Kios itu ada di tempat yang ramai seperti sumnor, saat ini kan nyewa,"pungkasnya.

Forkom UMKM Jogja membawahi UKM kecil yang terdiri dari 14 kecamatan. Mereka memproduksi makanan olahan tanpa pengawet dan makanan olahan ikan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next