Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Produk olahan UMKM terkendala masuk supermarket

salah satu produk makanan olahan UMKM salah satu produk makanan olahan UMKM

Jogjakarta-KoPi| Forkom UMKM kota DIY dan Disperindagkoptan tengah berupaya memasukan produknya ke toko modern dan supermarket. Sebelumnya produk UMKM sempat menghiasi rak-rak di beberapa supermarket terkenal.

Namun anggota forkom Kecamatan Danurejan, Winaryati. S,Si menyayangkan produk UMKM tersebut belum memilki kontinuitas tetap, hanya beberapa bulan. Selain itu belum semua jenis produk bisa masuk di supermarket.

"Barang kerajinan, masuk di supermerket, tapi yang produk makanan olahan belum bisa masuk,"jelas Winaryanti saat ditemui pada pentas kesenian Pakualaman pada Sabtu, tanggal 6 Februari 2016.

Winaryanti menambahkan pemasaran produk makanan olahan UMKM di supermarket masih terkendala persoalan administratif, seperti uji kelayakan dari badan POM dan sertifikasi. Pengurusan tersebut memakan waktu yang lama sekaligus biaya yang mahal.

Namun pihak UMKM beserta instansi terkait mengupayakan bisa lolos badan POM. "Mengurusnya mahal, satu produk sekitar satu juta, nah kita punya banyak produk olahan jenisnya banyak,"kata Winaryanti.

Sementara untuk pemasaran produk yang kini berjalan sebatas pemasaran sendiri, menyewa di Xt. Square dan mengandalkan event tertentu, seperti event kesenian insidental.

Selain itu besar harapan Winaryanti agar UMKM memiliki kios sendiri. "Kios itu ada di tempat yang ramai seperti sumnor, saat ini kan nyewa,"pungkasnya.

Forkom UMKM Jogja membawahi UKM kecil yang terdiri dari 14 kecamatan. Mereka memproduksi makanan olahan tanpa pengawet dan makanan olahan ikan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next