Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PPNS susun BAP kasus perusakan cagar budaya oleh Pemkot Yogyakarta

PPNS susun BAP kasus perusakan cagar budaya oleh Pemkot Yogyakarta

Jogja-KoPi|Elanto Wijoyono melalui emailnya 2 Oktober 2015 mengabarkan bahwa Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta telah menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) berdasarkan keterangan saksi pelapor pada Kamis, 29 Oktober 2015 di kantor Polda D.I. Yogyakarta.

Pemeriksaan dilakukan oleh Dendi Eka Hartanto S., S.H. sebagai PPNS pada BPCB Yogyakarta. Proses ini berjalan atas dorongan dan supervisi dari Kasie Korwas PPNS Polda DIY, Kompol Tri Wiratmo, SE. 

Dorongan ini muncul setelah informasi tentang kasus perusakan bangunan warisan budaya di Jl. Pajeksan 16 Yogyakarta ini terpublikasikan luas di internet setelah penerbitan petisi ini. Informasi ini diteruskan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan di Jakarta kepada jajaran PPNS di Yogyakarta setelah petisi terbit.

Dalam BAP, kasus perusakan bangunan Cina Tjan Bian Thion di Jl. Pajeksan 16 Yogyakarta ini dimasukkan dalam perkara tidak pidana perusaka cagar budaya. Dasar hukum yang digunakan untuk proses penyidikan lebih lanjut adalah Pasal 105 Jo Pasal 66 ayat (1) dan atau Pasal 113 ayat (3) Undang-Undang RI No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Sebagai pelengkap, sejumlah dokumen yang digunakan sebagai barang bukti juga telah diserahkan kepada PPNS BPCB Yogyakarta.

Proses selanjutnya masih akan diteruskan dengan agenda pemeriksaan beberapa saksi lain, sebelum perkara ini akan dilimpahkan ke pengadilan untuk tahap hukum berikutnya. Elanto Wijaya, merasa optimis bahwa kasus ini akan sampai pada hasil yang diinginkan warga Yogyakarta.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next