Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Petani tewas dikeroyok Satpam, IHCS serukan Presiden terbitkan Perpu

Petani tewas dikeroyok Satpam, IHCS serukan Presiden terbitkan Perpu

Jambi-KoPi| IHCS melalui Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) dan Api (Aliansi Petani Indonesia) melaporkan petani bernama Indra, asal Lubuk Mandarsah Kabupaten Tebo Jambi, tewas terbunuh (27 Februari 2015) akibat tindak pengeroyokan yang dilakukan URC (Unit Reaksi Cepat) Security PT WKS (Wira Karya Sakti) anak perusahaan APP (Asian Pulp and Paper)  Sinarmas Forestry Group.

Jenazah Indra  ditemukan keesokan harinya di hutan dengan mulut, kaki, dan tangan terikat serta penuh luka akibat benda tajam dan tumpul. Almarhum hanya bermaksud melintas di areal tersebut untuk mengikuti acara syukuran panen raya petani tapi dihalang-halangi URC.

Sudah sejak lama memang terjadi konflik agraria dengan kekerasan yang terjadi antara PT WKS dengan masyarakat.

Konflik agraria warisan masa lalu sejak rezim Orde Baru tidak hanya terjadi di Jambi tapi banyak tempat yang kekerasannya bisa meletus sewaktu-waktu.

Di dalam kasus Jambi, sudah seharusnya Polri mengambil tindakan cepat dan tegas terhadap para pelaku dan penanggungjawab pembunuhan terhadap petani.

Dari kasus Jambi sudah seharusnya Pemerintah melakukan pemeriksaan kembali atas pemberian konsensi-konsensi agraria.

Dari kasus Jambi yang merupakan gambaran dari konflik agraria yang banyak terjadi di banyak tempat yang mengakibatkan petani, masyarakat adat, khususnya perempuan dan anak-anak menjadi korban.

Presiden Jokowi sudah seharusnya mengeluarkan kebijakan khusus, melalui Perpu (Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang) minimalnya Perpres (Peraturan Presiden) untuk menyelesaikan konflik agraria warisan masa lalu.

Hal tersebut perlu dilakukan karena konflik tersebut merupakan imbas dari kebijakan negara, dan konfliknya hingga kini bersifat massif dan meluas dilihat dari luas wilayah, pihak yang terlibat, dan korban pelanggaran ham dengan kekerasan, yang mana diperlukan segera pemulihan hak-hak korban.

Untuk menyikapi kasus ini, Gunawan, Ketua Komite Pertimbangan Organisasi IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice) akan segera melakukan koordinasi dengan Komite Nasional untuk Pembaharuan Agraria (KNPA). |E Hermawan

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next