Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Perubahan gelar sultan dianggap tidak syar'i

Perubahan gelar sultan dianggap tidak syar'i

Jogjakarta-KoPi| “Dari prosesnya (wahyu) perlu diluruskan. Tuhan maha bersabda kepada siapa saja. Tetapi petunjuk Tuhan kepada seseorang itu bentuknya hakikat, jadi tidak bisa sewenang-wenang, kita tidak bisa percaya begitu saja. Setiap orang harus kritis terhadap dirinya sendiri, jadi dari pesantren harus ada koridor yaitu syariat. Hakikat tanpa syariat itu bisa sesat, syariat tanpa hakikat bisa rusak ”, tegas Wakil Ketua PWNU Jogja Jadul Maula M.Si.

Kyai Jadul Maula menilai perubahan gelar Sultan HB X telah menyalahi proses yang benar. Perubahan gelar tidak berjalan secara syar’i sehingga perubahan gelar tidak bisa diterima oleh kalangan PWNU. Esensi gelar Ngabdurrahman dan kalifatullah bentuk amanat seorang sultan menjaga keharmonisan masyarakat telah dilanggar.

“Kerajaan Mataram Islam yang paling lama menjaga keharmonisannya, dan terusannya Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat yang masih dipercaya menjaga kesejahteraan itu dimungkinkan dengan adanya gelar ini. Jadi PWNU bersikap tidak terima gelar ini dihilangkan. Ini akan menimbulkan kekacauan, kehilangan poros, ini kontrak dialogis alam, sosial, ketika gelar diubah, kontrak ini lepas”, imbuh Kyai Jadul Maula saat pernyataan sikap PWNU di gedung PWNU Jogja pukul 10.00 WIB.

Namun terkait pernyataan sikapnya ini pihak PW NU Jogja belum ada rencana untuk silaturahim ke Ngarso Ndalem. Pihak PWNU Jogja hanya menginfomarmasikan sikapnya kepada masyarakat Islam Jogja khususnya warga NU. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next