Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Peringatan Hari Bumi, 'Jogja Sold Out'

Peringatan Hari Bumi, 'Jogja Sold Out'

Jogjakarta-KoPi| Tumbuh suburnya bangunan di Jogjakarta berdampak merusak lingkungan. Pasalnya pembangunan mall, hotel, dan perumahan di beberapa lokasi telah merubah ekosistem dari yang sebelumnya ruang hijau menjadi bangunan konkrit.

Sedangkan di lain sisi maraknya pembangunan tersebut tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam banyak kasus, ekspansi kapital tersebut memperkuat kesenjangan ekonomi dan kemiskinan akibat hilangnya sumber penghidupan.

Ditemui disela-sela acara Public Lecturer “Hari Bumi Kritis Hari Bumi: Jogja Sold Out”, di Fisipol UGM pagi tadi Dodok menjelaskan kondisi suburnya bangunan di Jogjakarta akan berdampak buruk ke depan.
“Asatnya sumur-sumur di sekitar pembangunan hotel baru itu baru kasus Miliran, kalau ke depan Jogja asat. Kalau Jogja kering bisa bayangkan, di Wringin Uring untuk wisata masuk, itu bisa sampai nggak ada daunnya lho”, kritik Dodok warga Miliran.

Secara tegas Dodok mengajak masyarakat untuk peduli dengan kondisi lingkungan terutama perusakannya oleh bangunan.
“Saat negara dan pengusaha berselingkuh, bahkan akademisi, terus rakyat mau gimana? Diskusi di sini, berapa orang yang bisa membantu kita 50 atau 5 orang untuk melakukan  riset tentang AMDAL dan IMB di kota Jogja”.|Meiga Dwi A, Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next