Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penurunan harga BBM dan listrik tak diikuti penurunan harga sembako

Penurunan harga BBM dan listrik tak diikuti penurunan harga sembako
Surabaya-KoPi| Tahun baru 2016 dibuka dengan penurunan tarif BBM jenis Premium. LPG, dan penurunan tarif listrik. Namun penurunan tarif energi ini tidak diikuti dengan penurunan harga bahan pokok.
Hal ini seperti sudah menjadi rahasia umum. Meski biaya produksi menurun, tidak ada penyesuaian dengan harga-harga jual. Akibatnya, beban hidup masyarakat tetap tinggi.

Penurunan harga BBM dan LPG dikarenakan penurunan harga minyak dunia, sedangkan penurunan tarif listrik karena kebijakan tariff adjustment. Harga BBM jenis Premium turun dari Rp 7.400 menjadi Rp 7.050. Harga LPG 12 kg juga turun Rp 5.600 per tabung. Untuk tarif listrik, terjadi penurunan tarif untuk golongan rumah tangga rata-rata sebesar Rp 100 per kWh.

Namun sama seperti sebelum-sebelumnya, penurunan tarif energi sama sekali tidak diikuti penurunan harga sembako. Di pasar-pasar Jawa Timur, harga-harga masih relatif stabil. Misalnya, harga beras jenis IR 64 di Pasar Keputran masih berada di kisaran harga Rp 9.500 per kg. Harga daging ayam broiler juga berfluktuatif sejak 1 Januari 2016, berada pada kisaran harga Rp 30.500 per kg.

Pemerintah berharap dengan penurunan tarif listrik dan BBM ini dapat mendorong daya beli masyarakat. Selama 2015, daya beli masyarakat melambat sehingga memukul industri utama nasional. Kenaikan UMK sebesar Rp 3 juta diharapkan dapat lebih mendongkrak kenaikan daya beli masyarakat.

Namun YLKI menyebutkan masyarakat lebih berharap pada stabilisasi harga-harga. Pasalnya, kenaikan harga BBM dan tarif listrik selalu diikuti efek psikologis kenaikan harga-harga. Namun, penurunan harga BBM dan tarif listrik tak diikuti dengan penurunan harga.

"Karena itu, masyarakat lebih berharap pemerintah dapat menjamin stabisasi harga BBM, sehingga harga-harga juga lebih stabil," ungkap Pengurus Harian YLKI Daryatmo.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next