Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pengurangan APBN bukan solusi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Pengurangan APBN bukan solusi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Sleman-KoPi|Ir.Muhammad Prakosa Komisi XI DPR RI mengatakann agar melihat kembali pengurangan anggaran atau penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

APBN Indonesia memiliki target yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% di tahun 2017. Namun, Indonesia memiliki tantangan, salah satunya dari sisi perpajakan yang menjadi pertumpuan pendapatan. Perpajakan sendiri ditargetkan tumbuh 27% ditahun 2017. Padahal menurut M. Prakosa pertumbuhan riil perpajakan pada 2015-2016 dibawah 10%.

"Penerimaan perpajakan menjadi tantangan utama fiskal tahun ini sebagai akibat dari tingginya target penerimaan pajak ketimbang pertumbuhan riil yang selama ini tercapai,"jelasnya saat mengisi kuliah umum dengan tema Outlook tantangan dan arah kebijakan 2017, di auditorium Gedung MM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Jumat (24/2).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi 2016 ada di kisaran 5,02% dan mengalami kenaikan dari tahun 2015 sebesar 4,9%. Menurut M. Perkosa kemampuan perekonomian Indonesia untuk tumbuh masih terbatas akibat kinerja sektor industri,pertanian, dan pajak yang dirasa belum optimal.

M. Prakosa pun menawarkan dua opsi agar dapat menangani permasalahan APBN 2017. Opsi pertama adalah pengurangan anggaran. Pengurangan anggaran ini akan menekan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun berjalan.

Nantinya penyesuain yang selanjutnya mengarah ke pengurangan akan mempengaruhi pengeluaran konsumsi serta investasi Negara. Meski demikian, M.Prakosa memperkirakan implikasinya akan mempengaruhi target APBN 5,1% yang kemungkinan besar tidak akan tercapai.

"Implikasinya, skenario pertumbuhan 5,1 persen yang ditetapkan APBN 2017 kemungkinan besar tidak akan tercapai,"katanya.

Opsi kedua yang M. Prakosa sarankan adalah pelebaran defisit anggaran. Jika memang opsi ini terpilih, nantinya pemerintah harus melakukan perubahan kebijakan dalam hal ketentuan yang membatasi ruang gerak fiskal. Namun perubahan ini harus sesuai dengan ketentuan undang-undang keuangan negara tahun 2003, defisit anggaran dalam APBN tidak boleh melebihi 3% ratio defisit anggaran terhadap Produk domestik bruto (PDB).

M.Prakosa menghimbau sebelum mengambil perubahan strategi yang berfokus pada pembelanjaan, diperlukan sikap hati-hati dan memegang prinsip kedisiplinan fiskal.

"Akan kontraproduktif apabila tindakan ini disalahgunakan untuk kepentingan politik populis," katanya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next