Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penanggulangan HIV masih lemah di hulu

Penanggulangan HIV masih lemah di hulu
Surabaya - KoPi | Ahli epidemologi RS Khusus Infeksi Universitas Airlangga dr. Prijono Satya Bakti mengakui, pemberantasan HIV di Indonesia memang lemah di bagian hulu. Sehingga kerusakan banyak terjadi di bagian hilir.
 

"Masalahnya bukan di PSK-nya, tapi di prostitusinya. Sekarang orang pesan PSK lewat telepon, lewat internet. Kalau seperti itu kan jadinya terselubung, tidak bisa kita ketahui resikonya," jelasnya.

Sampai sekarang memang belum ada penelitian mengenai dampak penutupan lokalisasi. Namun penutupan lokalisasi memang membuat pengumpulan data menjadi lebih sulit.

"Ya, pada prinsipnya siapa sih yang suka lokalisasi? Kalau kita mau beli rumah, kan tidak ada yang mau beli rumah di kawasan lokalisasi, walaupun murah sekali. Karena itu, lokalisasi boleh dibubarkan, tapi bagaimana mengatasi masalah pasca pembubaran itu. Jangan dibubarkan, lalu selesai begitu saja," ujar Prijono.

Prijono menjelaskan, di Jawa Timur selama ini penderita HIV dari kalangan ibu rumah tangga lebih besar daripada jumlah pasien HIV dari kalangan PSK. Itu terjadi lantaran suami-suami mereka melakukan hubungan seks yang tidak aman dengan PSK. Akibatnya, istri dan anak mereka turut menjadi korban.

Diakui, saat ini stigma terhadap penderita HIV/AIDS memang jauh lebih baik dibanding ketika awal tahun 1990-an. Menurut Prijono, peran media sangat besar dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS.

"Kalau dulu, ada pasien HIV/AIDS meninggal, melayat saja takut, memandikan jenazah juga taku. Sekarang sudah tidak lagi. Sosialisasi dan peran media membuat stigma tersebut sangat berkurang," terangnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next