Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penanggulangan HIV masih lemah di hulu

Penanggulangan HIV masih lemah di hulu
Surabaya - KoPi | Ahli epidemologi RS Khusus Infeksi Universitas Airlangga dr. Prijono Satya Bakti mengakui, pemberantasan HIV di Indonesia memang lemah di bagian hulu. Sehingga kerusakan banyak terjadi di bagian hilir.
 

"Masalahnya bukan di PSK-nya, tapi di prostitusinya. Sekarang orang pesan PSK lewat telepon, lewat internet. Kalau seperti itu kan jadinya terselubung, tidak bisa kita ketahui resikonya," jelasnya.

Sampai sekarang memang belum ada penelitian mengenai dampak penutupan lokalisasi. Namun penutupan lokalisasi memang membuat pengumpulan data menjadi lebih sulit.

"Ya, pada prinsipnya siapa sih yang suka lokalisasi? Kalau kita mau beli rumah, kan tidak ada yang mau beli rumah di kawasan lokalisasi, walaupun murah sekali. Karena itu, lokalisasi boleh dibubarkan, tapi bagaimana mengatasi masalah pasca pembubaran itu. Jangan dibubarkan, lalu selesai begitu saja," ujar Prijono.

Prijono menjelaskan, di Jawa Timur selama ini penderita HIV dari kalangan ibu rumah tangga lebih besar daripada jumlah pasien HIV dari kalangan PSK. Itu terjadi lantaran suami-suami mereka melakukan hubungan seks yang tidak aman dengan PSK. Akibatnya, istri dan anak mereka turut menjadi korban.

Diakui, saat ini stigma terhadap penderita HIV/AIDS memang jauh lebih baik dibanding ketika awal tahun 1990-an. Menurut Prijono, peran media sangat besar dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap penderita HIV/AIDS.

"Kalau dulu, ada pasien HIV/AIDS meninggal, melayat saja takut, memandikan jenazah juga taku. Sekarang sudah tidak lagi. Sosialisasi dan peran media membuat stigma tersebut sangat berkurang," terangnya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next