Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penambangan Tebing Breksi tidak masalah, karena telah dialihkan ke WPR

Penambangan Tebing Breksi tidak masalah, karena telah dialihkan ke WPR

Jogjakarta-KoPi│Aktivitas penambangan Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan telah berlangsung puluhan tahun yang lalu. Namun dengan turunnya SK Gubernur tentang penetapan kawasan heritage Sambirejo, aktivitas penambangan dinonaktifkan.

Keluarnya SK Gubernur ini sontak mendapat tolakan dari beberapa penambang yang masih bertahan di Tebing Breksi. Secara terpisah kekhawatiran penambang lokal ditepis oleh Pelaksana Teknis Seksi Pertambangan DIY, Gusman.
Gusman menjelaskan Tebing Breksi berada di wilayah luar space cagar budaya Candi Ijo. Salah satu bagian dari wilayah pertambangan rakyat yang ada di Sambirejo. Wilayah luar space ini berada diurutan paling akhir dari kawasan inti yang berada di wilayah Candi Ijo, kawasan pendukung, dan kawasan barrier.

WPR sendiri merupakan hasil koordinasi antara Dinas SDM dengan Sumber Daya Air dan Mineral wilayah Sleman dengan alokasi luas wilayah sebesar 1,2 hektar. Pengalokasian ini diperuntukkan sebagai usaha rakyat untuk mencukupi kebutuhannya bukan untuk pertambangan dan untuk mewadahi pertambangan rakyat daerah. Selain itu, WPR juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada wilayah cagar budaya.

“Surat Keputusan Gubernur yang turun menetapkan daerah Sambirejo sebagai salah satu daerah geoheritage, sehingga tidak diperbolehkan adanya pertambangan yang sifatnya ekstraktif,” jelas Gusman, selaku Pelaksana Teknis Seksi Pertambangan DIY.

Sedangkan, Surat Peringatan yang berkenaan tentang pelarangan penggunaan peralatan berat telah diberikan kepada Kepala Desa Sambirejo untuk selanjutnya di sosialisasikan kepada para penambang yang ada di desa Sambirejo.

“SP telah diberikan kepada kepala desa, namun apabila terdapat pelanggaran penggunaan alat berat akan dilakukan penindakan, dimulai dari pembinaan kepada para penambang,” tutur Gusman selaku Pelaksana Teknis Seksi Pertambangan DIY saat ditemui di kantor PUP-ESDM DIY tanggal 28 Desember 2015.

Saat ini Dinas Pariwisata DIY mengambil alih pengelolaan Tebing Breksi sebagai objek wisata alam. Namun pihak Dinas Pariwisata tidak memberikan keterangan lebih lanjut ketika ditemui KoranOpini.com. │Frenda Yentin│Winda Efa Nur│Cucuk Armanto

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next