Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemerintah kaji fasilitas cadangan minyak strategis

Pemerintah kaji fasilitas cadangan minyak strategis

Jakarta-KoPi| Pemerintah Indonesia saat ini masih mengkaji jumlah fasilitas pencadangan minyak strategis yang akan dibangun untuk target simpanan cadangan untuk stok selama satu bulan.

"Kita masih melakukan kajian berapa fasilitas penyimpanan minyak yang akan dibangun untuk target cadangan minyak sebanyak satu bulan stok dan akan dibangun di mana saja," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja di Komisi VII DPR RI di Jakarta, Selasa.

Untuk pembangunan fasilitas penyimpanan itu dan memenuhi target pencadangan selama satu bulan itu yang mencapai 45 juta barel, kata Wiratmaja, dibutuhkan investasi yang cukup besar sampai miliaran dolar AS.

"Untuk investasi yang ditargetkan, 30 hari dalam pencadangannya, atau 45 juta barel, kita membutuhkan 17 miliar dolar AS jika proyeknya lengkap," ujarnya.

Hal tersebut, kata Wiratmaja, termasuk dalam program cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve/SPR) yang bertujuan meningkatkan cadangan minyak pemerintah. Untuk peta jalannya, SPR ini akan diusahakan rampung pada tahun ini.

"Insya Allah tahun ini bisa selesai. Semester pertama, mungkin draf peta jalan (roadmap)-nya terbentuk," ujarnya.

Untuk selanjutnya, ujar Wiratmaja, tidak tertutup kemungkinan swasta terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan tangki minyak, bahkan bisa juga menjadi pembeli (offtaker) minyak yang ada di dalam fasilitas penyimpanan minyak meskipun tetap ada skala prioritas.

"Tetap ada prioritas lah karena yang mayoritas menjadi offtaker tetap PT Pertamina," katanya.

Lebih lanjut Wiratmaja menjelaskan pembangunan tangki itu harus memenuhi beberapa syarat, pertama, tangki harus berdekatan dengan kilang minyak. Kedua, lokasi fasilitas ini berada di dekat konsumen dan terakhir lokasi tangki harus dekat akses pelayaran.

"Tujuannya agar mudah diakses untuk diisi atau mendistribusi. Jangan sampai sulit dijangkau itu tangki, karena menyulitkan nanti," ucapnya. |Antara News|KoPi|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next