Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik

Pemerintah harus segera larang impor rokok elektronik
Surabaya – KoPi | Kemunculan rokok elektrik di Amerika pada awalnya adalah sebuah obat. Fungsi rokok elektrik awalnya untuk mengatasi ketergantungan seseorang terhadap nikotin. Di Amerika sendiri, rokok jenis ini diatur oleh FDA (Food and Drug Administration). Namun dalam perkembangannya berbagai negara justru menyalahi kapasitas tujuan awal rokok elektrik tersebut.

Berdasarkan data WHO, pengguna rokok elektrik di Indonesia telah mencapai 10,1% dari total pengguna rokok. Pengguna rokok elektrik ini sendiri merupakan para perokok aktif atau para perokok former. Perokok former itu merupakan perokok yang sudah berhenti lama, lalu mencoba jenis rokok yang dianggapnya lebih aman.

Menurut Dr. Santi Martini, dr., M.Kes., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, masih belum banyak penelitian mengenai rokok elektrik. Namun, zat nikotin yang terkandung di dalamnya menunjukkan bahwa alat tersebut berbahaya. Adanya flavor atau penambah rasa dalam rokok elektrik menciptakan ketagihan yang tinggi.

“Bahkan anak-anak saja tentunya akan gemar dengan adanya bermacam rasa. Mereka akan berpikir bahwa rokok elektrik ini permen atau rokok yang aman,” ujarnya.

Asap yang dikeluarkan dari rokok elektrik tidak seperti yang dikeluarkan rokok biasa. Namun, adanya proses penguapan dan pengeluaran asap juga berdampak pada sekelilingnya. “Rokok elektrik itu kan mengeluarkan asap dalam bentuk penguapan. Proses penguapan itu sendiri tentunya mengandung karbondioksida. Tetap saja itu berbahaya bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Santi.

Santi mendukung penuh adanya rencana pemerintah untuk melarang impor rokok elektrik. “Bahayanya jelas sudah ada kok, jadi lebih baik pemerintah segera memberi regulasi dan memberikan larangan impor,” ujarnya.

Menurutnya larangan impor tidak akan memberi dampak yang berarti bagi pengguna rokok elektrik. Di Indonesia sendiri pengguna rokok elektrik masuk dalam kategori baru, sehingga pendistribusiannya juga tergolong tidak menyeluruh. Karenanya pemerintah harus cepat memberlakukan larangan impor terhadap rokok elektronik untuk mencegah penyebarluasan rokok jenis ini. | Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next