Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pedagang tidak menolak revitalisasi asal..

Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja Pedagang 'Peta' mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogja

Jogjakarta-KoPi | Komunitas Pedagang Alun-Alun Utara ( Peta) mengadakan audiensi ke kantor DPRD Kota Jogjakarta pada pukul 15.30 Wib. Peta mengadukan persoalan relokasi pedagang kaki lima di Alun-Alun Utara pada Rabu, 29 Juli 2015 lalu.

Sekitar 200an anggota Peta menghadiri audiensi yang berjlan selama dua jam. Wakil ketua DPRD Kota menyambut baik tuntutan Peta. Sebelumnya pihak DPRD Kota menerima surat audiensi pada tanggal 27 Juli Agustus lalu.

Dalam audiensi salah satu anggota Peta, Totok menyebutkan pihak Peta tidak berkeberatan dengan upaya pemkot merevitalisasi kawasan Alun-Alun Utara. Asalkan program revitasliasi tidak mengganggu ekonomi para pedagang.

“ Pelaku pedagang di Alun-Alun Utara tidak menolak adanya revitalisasi tapi bayaknya permasalahan di Alun-Alu ini, pihak dewan menjembatani dan memberi perlindungan kepada kami. Progran revitalisaai sudah berjalan setahun dari November 2014. Adanya pembangunan itu kami tidak bisa beraktivitas mencari rizki”, tutur Totok.

Selain menimpa para pedagang program revitalisasi juga berimbas pada tukang parkir dan tukang becak. Perwakilan tukang becak mengeluhkan adaptasi tempat mangkal baru di parkira Ngabean membuat kecemburuan sosial.

“ Mangkal di Ngabean di sana ada paguyuban becak sendiri. Di sini pemerintah cuma ngurusin pedagang becak kurang diperhatikan”, jelasnya. |Winda Efanur FS|

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next