Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pasca-eksekusi mati, Australia tarik duta besarnya dari Indonesia

eksekusi mati eksekusi mati

Jakarta-KoPi| Pasca-eksekusi mati terpidana kasus Narkoba Australia berencana menarik duta besarnya untuk Indonesia.

Menanggapi ini, Wapres Jusuf Kalla mengatakan Australia akan kehilangan banyak uang dari pemutusan hubungan ini. Selama ini  impor Indonesia dari negara tetangganya lebih tinggi dari impor Australia dari Indonesia.

"Impor kami dari Australia jauh lebih tinggi dari impor Australia dari Indonesia. Jadi (Australia) akan menderita kehilangan keuangan harus itu berakhir perdagangan (dengan Indonesia)," katanya.
Sementara Presiden Indonesia Joko Widodo menekankan negara-negara asing lainnya harus menghormati peradilan Indonesia.

Presiden telah menolak grasi dari lebih dari 60 narapidana narkoba yang divonis mati. Tindakan tegas sangat dibutuhkan untuk mengakhiri darurat negara pada obat. Lebih dari 33 orang meninggal setiap hari karena dampak narkoba di Indonesia.

Kalla berpendapat reaksi Australia ini bersifat sementara dalam waktu 2 atau 3 bulan akan kembali normal.
"Hal ini hanya untuk menunjukkan protes. Kami biasa melakukannya. Dampaknya umum sementara. Ini akan kembali normal dalam waktu 2 atau 3 bulan," kata Kalla.

Indonesia telah mengeksekusi 8 dari 9 pelaku narkoba Rabu lalu, termasuk dua warga Australia dan orang-orang dari Brasil, Perancis dan Indonesia. Sedangkan untuk warga Philippino eksekusi ditunda menunggu proses hukum lebih lanjut. Xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next