Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pasca-eksekusi mati, Australia tarik duta besarnya dari Indonesia

eksekusi mati eksekusi mati

Jakarta-KoPi| Pasca-eksekusi mati terpidana kasus Narkoba Australia berencana menarik duta besarnya untuk Indonesia.

Menanggapi ini, Wapres Jusuf Kalla mengatakan Australia akan kehilangan banyak uang dari pemutusan hubungan ini. Selama ini  impor Indonesia dari negara tetangganya lebih tinggi dari impor Australia dari Indonesia.

"Impor kami dari Australia jauh lebih tinggi dari impor Australia dari Indonesia. Jadi (Australia) akan menderita kehilangan keuangan harus itu berakhir perdagangan (dengan Indonesia)," katanya.
Sementara Presiden Indonesia Joko Widodo menekankan negara-negara asing lainnya harus menghormati peradilan Indonesia.

Presiden telah menolak grasi dari lebih dari 60 narapidana narkoba yang divonis mati. Tindakan tegas sangat dibutuhkan untuk mengakhiri darurat negara pada obat. Lebih dari 33 orang meninggal setiap hari karena dampak narkoba di Indonesia.

Kalla berpendapat reaksi Australia ini bersifat sementara dalam waktu 2 atau 3 bulan akan kembali normal.
"Hal ini hanya untuk menunjukkan protes. Kami biasa melakukannya. Dampaknya umum sementara. Ini akan kembali normal dalam waktu 2 atau 3 bulan," kata Kalla.

Indonesia telah mengeksekusi 8 dari 9 pelaku narkoba Rabu lalu, termasuk dua warga Australia dan orang-orang dari Brasil, Perancis dan Indonesia. Sedangkan untuk warga Philippino eksekusi ditunda menunggu proses hukum lebih lanjut. Xinhuanet.com|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next