Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Obat kangen, Disbud gelar pasar keroncong Kotagede 2015

Obat kangen, Disbud gelar pasar keroncong Kotagede 2015

Jogjakarta-KoPi| Mengobati kerinduan musik keroncong, Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan kelompok keroncong akan menggelar Pasar Keroncong Kotagede 2015. Acara ini akan digelar pada hari Sabtu (12/12), di Seputaran Pasar Kotagede.

Keroncong merupakan salah satu musik nusantara yang memiliki kekhasan pada alat musiknya, yaitu cuk dan cak. Cuk dan cak inilah yang menjadi inti dari permainan musik ini.

Menurut akademisi musik keroncong, Prof. Dr. Victor Ganap Keroncong berasal dari Musik Portugis “fedo” yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga di abad ke-16. Dalam perkembangannya unsur tradisional Indonesia ikut serta dalam membentuk keroncong di Indonesia.

Hal ini mengakibatkan keroncong memiliki keunikan dibandingkan musik lain. Namun, musik keroncong kian tenggelam dalam perkembangan zaman, sehingga membuat para seniman musik keroncong harap-harap cemas terhadap perkembangan musik keroncong nantinya.

Pasar keroncong Kotagede mencoba untuk mengingat kembali dan melestarikan musik keroncong di Yogyakarta. Kotagede dipilih sebagai tempat berlangsungnya acara karena terdapat banyak grup keroncong yang masih eksis hingga sekarang.

Pasar Keroncong akan serentak digelar di tiga panggung, panggung Loring Pasar, Panggung Sayangan, dan Pasar Sopingen dengan menampilkan 16 Orkes Keroncong.

Menurut musisi Djaduk Ferianto, salah seorang pencetus Pasar Keroncong Kotagede, acara ini akan menampilkan keroncong mainstream dan keroncong kontemporer yang telah mengalami modernisasi. Sesuai dengan namanya, pentas kali ini berkonsep sebuah pasar di mana banyak jenis langgam keroncong yang ditampilkan, sehingga penonton bisa leluasa memilih yang disukainya, bahkan penonton akan diberi keluasaan untuk berinteraksi.

“Acara ini diharapkan menjadi sebuah awal dari pelestarian keroncong yang berkelanjutan, sehingga Kotagede akan menjadi pusat musik keroncong seperti New Orleans yang menjadi pusat musik Jazz,”jelas Djaduk Ferianto. |Frenda Yentin|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next