Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Nurse Day, koreksi masih banyak perawat jutek

Nurse Day, koreksi masih banyak perawat jutek

Jogjakarta-KoPi| Intitusi keperawatan se-Jogja mengadakan peringatan Nurse Day atau Hari Perawat Internasional yang jatuh pada hari 12 Mei lalu. Sebanyak 18 institusi turut bergabung dalan acara tersebut seprti STIKES Surya Global, STIKES Alma Ata, STIKES Jendral Ahmad Yani, dan beberpa Poltekes.

Perayaan berlangsung tanggal 14 Mei bergeser dari tanggal event 12 Mei di Nol Kilometer dari pagi hingga siang. Acara dimeriahkan dengan pelayanan kesehatan murah untuk masyarakat, donor darah, karnaval kesehatan dan panggung pertunjukan sebagai hiburan.

Menurut Sie Humas Pelayannan Kesehatan, Lina yudi kusuma adanya peringatan Nurse Day upaya mengenalkan peran perawat kepada masyarakat. Selama ini perawat dianggap sebagai pembantu dokter. Sehingga masyarakat lebih akrab dengan dokter diabandingkan dengan perawat.

“ Perawat memang tugasnya membantu, tetapi itu kita rekan kerja. Biasanya kalau dokter ada IDI (Ikatan Dokter Indonesia) hari itu dokter libur kerja, nah kalo libur pasien gimana, nah untungnya itu ada perawat. Peran perawat penting di rumah sakit hanya saja rekan sejawat yang dokter itu lebih tinggi, memang tapi ilmunya sama”, kata mahasiswi semester 4 ini.

Selain itu yang menjadi sorotan Lina mengenai kelemahan dari pelayanan perawat. Lina membandingkan pelayana hotel lebih ramah daripada perawat yang justru merawat orang sakit. Sementara dari segi fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit ada beberapa pelayanan rumah sakit yang belum optimal. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next