Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Nasib Naas Sudaryo, Mencangkul di Sawah...

Nasib Naas Sudaryo, Mencangkul di Sawah...

Pemalang-KoPi| Hujan yang diiringi petir mengguyur Desa Longkeyang, Bodeh, Pemalang Rabu lalu memang tidak terlalu besar, namun kilatan petir menyambar telah merobohkan tiga orang petani. Satu orang tewas dan dua lainnya tengah koma.

Menurut salah seorang adik korban Suhar, kakaknya yang bernama Sudaryo (54) seperti biasanya mencangkul di sawah bersama Samudi (35) dan Rasmani (40).

" Menjelang pukul 13.30 WIB hujan turun semakin lebat, mereka pun berteduh di gubugnya sambil membakar kayu untuk penghangat. Sementara Rasmani tetap mencangkul, selang beberapa menit kemudian terdengar petir menyambar ke arah gubug dimana dua orang petani tersebut Rasmani yang posisinya sedang mencangkul kaget dan menengok keadaan teman-temannya yang sedang berteduh di dalam gubug seketika melihat itu pula histeris melihat rekannya bergelimpang tak berdaya dan selanjutnya berteriak minta tolong warga", terangnya.

Suhar menambahkan, ketika mendengar teriakan Rasmani warga langsung menuju lokasi serta sebagian lagi memberitahukan ke pihak pemerintahan desa. Begitu warga sampai di TKP, gubug di mana mereka berteduh di dapat Sudaryo tergeletak sudah tidak bernyawa dengan luka bakar di lambung kiri serta punggung telapak tangan kiri dalam keadaan gosong, sementara rekannya Samudi tergelak dalam keadaan pingsan.

Salah seorang perangkat Desa Longkeyang, Musoleh membenarkan adanya musibah yang menimpa Warga Desa Longkeyang. "Benar warga kami ada yang kesambar Petir satu orang tewas, satu orang koma dan kritis sekarang sedang dirawat di RS Pekakangan Pekalongan, dan satu orang yang tidak tersambar petir tapi masih di satu lokasi saat kejadian  tersebut yaitu Rasmani kelihatan sangat shock dengan kejadian tersebut," ungkapnya.|Joko Longkeyang|


back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next