Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Muktamar NU penuh atribut PKB, Gus Solah : jangan kotori NU...

Muktamar NU penuh atribut PKB, Gus Solah : jangan kotori NU...

KoPi| Muktamar Nu ke 33 telah berlangsung di Jombang sejak tanggal 1 hingga 5 Agustus 2015. Namun salah satu kandidat calon ketua umum PBNU, Sholahuddin Wahid kecewa dengan pelaksanaan muktamar.

Niat awal pelaksanan muktamar di kota kelahiran NU, Jombang diharapkan mampu meneguhkan semangat NU. Sayangnya menurut Gus Solah jalannya muktamar tidak berjalan lancar. Beberapa masalah muncul mengahambat pelaksaan muktamar.

Dirinya mengungkapkan dibandingkan dengan muktamar sebelumnya, muktamar tahun 2015 dari segi kepanitiaan amburadul jauh dari harapan. Bahkan muktamar kali ini lebih menyerupai partai politik, Partai kebangkitan Bangsa (PKB).

"Ini muktamar NU atau muktamar PKB? NU ini kan ormas tidak bisa sama dengan partai. Pelan-pelan NU kini kehilangan ruh jihadnya, masuk nilai pragmatismenya, kalau pragmatis masuk ke partai saja," ujar Gus Solah saat konferensi pers di Media Center Muktamar, Jombang, Jawa Timur.

Selain itu Gus Solah mengkritik tegas muktamirin NU yang berhubungan akrab dengan salah satu partai politik untuk tidak mencampur adukan NU dengan partai politik tertentu seperti dikutip dari suara-islam.com.

"NU ini didirikan oleh ulama-ulama yang ilmunya tinggi dan ikhlas jadi jangan dikotori dengan praktik-praktik yang kotor seperti money politic karena ada banyak orang yang datang ke Tebu Ireng memberi iming-imingi memberikan sesuatu kepada cabang-cabang," katanya.
 
"Saya mengimbau kepada pihak yang mengiming-imingi berhentilah melakukan politik NU, karena Anda merusak NU," katanya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next