Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Muktamar NU penuh atribut PKB, Gus Solah : jangan kotori NU...

Muktamar NU penuh atribut PKB, Gus Solah : jangan kotori NU...

KoPi| Muktamar Nu ke 33 telah berlangsung di Jombang sejak tanggal 1 hingga 5 Agustus 2015. Namun salah satu kandidat calon ketua umum PBNU, Sholahuddin Wahid kecewa dengan pelaksanaan muktamar.

Niat awal pelaksanan muktamar di kota kelahiran NU, Jombang diharapkan mampu meneguhkan semangat NU. Sayangnya menurut Gus Solah jalannya muktamar tidak berjalan lancar. Beberapa masalah muncul mengahambat pelaksaan muktamar.

Dirinya mengungkapkan dibandingkan dengan muktamar sebelumnya, muktamar tahun 2015 dari segi kepanitiaan amburadul jauh dari harapan. Bahkan muktamar kali ini lebih menyerupai partai politik, Partai kebangkitan Bangsa (PKB).

"Ini muktamar NU atau muktamar PKB? NU ini kan ormas tidak bisa sama dengan partai. Pelan-pelan NU kini kehilangan ruh jihadnya, masuk nilai pragmatismenya, kalau pragmatis masuk ke partai saja," ujar Gus Solah saat konferensi pers di Media Center Muktamar, Jombang, Jawa Timur.

Selain itu Gus Solah mengkritik tegas muktamirin NU yang berhubungan akrab dengan salah satu partai politik untuk tidak mencampur adukan NU dengan partai politik tertentu seperti dikutip dari suara-islam.com.

"NU ini didirikan oleh ulama-ulama yang ilmunya tinggi dan ikhlas jadi jangan dikotori dengan praktik-praktik yang kotor seperti money politic karena ada banyak orang yang datang ke Tebu Ireng memberi iming-imingi memberikan sesuatu kepada cabang-cabang," katanya.
 
"Saya mengimbau kepada pihak yang mengiming-imingi berhentilah melakukan politik NU, karena Anda merusak NU," katanya.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next