Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mie ubi kayu, alternatif pangan Indonesia

Mie ubi kayu, alternatif pangan Indonesia

Mie instan yang berbahan gandum atau tepung, pasti sudah biasa. Tapi kalau mie berbahan ubi kayu, nah ini baru luar biasa, kan?. Rasanya juga luar biasa enak dan lebih bergizi ketimbang mie terigu biasa. Sebuah alternatif, demi ketahanan pangan Indonesia.


Mie ubi kayu atau mocaf terbuat dari bahan dasar tepung casava yang dicampur dengan bahan lain yaitu, tepung terigu, garam, pengembang, pigmen pangan atau sayuran. Mie ubi kayu merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil penyuka mie untuk hidup sehat.

Menurut Farid Ridwan, Subag Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, mie ubi kayu memiliki keunggulan sebagai bahan makanan yang sehat dan bergizi.

Mie mocaf ini memilki kandungan gizi yang lebih dibandingkan dengan mi terigu dan memiliki kandungan gula yang lebih rendah dibandingkan beras karena terbuat dari ubi kayu. Selain itu, ekstrak sayur-sayuran yang ada di dalamnya juga menambah nilai gizi pada mie ini.

Mie ubi kayu muncul sejak tahun 2009 dan telah dipasarkan di Gunung Kidul dan Jakarta melalui Ikatan Keluarga Gunung Kidul. Sementara di Depok melaui kerjasama Pemerintah Depok dalam mendukung gerakan one day no rice.
Satu bungkus mie ubi kayu yang berisi 2 keping mie dijual dengan harga Rp 5.000,00 yang dapat disajikan untuk 4 porsi. Mie tersebut bermerk Ayo yang berarti mie asli Yogya.

Mi mocaf ini dikembangkan menjadi 17 varian rasa antara lain, ubi ungu, tomat, cabe merah, cabe hijau, brokoli, green tea, kelor, dan sawi.

Farid Ridwan juga menyebut mie ubi kayu ini sebagai bentuk diversifikasi atau keragaman pangan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. |Frenda Yentin|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next