Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menteri Pemberdayaan Perempuan mengajak perempuan Indonesia tidak bekerja di luar negeri

Menteri Pemberdayaan Perempuan mengajak perempuan Indonesia tidak bekerja di luar negeri

Jogja-KoPi|Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(Menpppa), Yohana Susana Yembise, mengajak kepada masyarakat khususnya perempuan untuk tidak bekerja di luar negeri.Yohana menjelaskan permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh Kemenpppa adalah perdagangan manusia lewat Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja diluar negeri.

Ia pun menceritakan pihaknya baru saja menemui TKW di Hongkong , Dubai, Malaysia yang berjumlah 250 TKW . Semua TKW tersebut mengalami permasalahan pekerjaan , seperti perlindungan dan pemenuhan hak perempuan.

"Kami baru saja menemui 250 TKW yang bekerja di Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia. Semuanya menyampaikan keluhan yang sama. Mereka menangis dan meminta untuk pulang ke tanah air," katanya saat diwawancarai di Jetis Harjo, Kali Code,Sabtu (10/6).

Yohana menjelaskan permaslahan yang dihadapi TKW bervariasi seperti gaji yang tidak pernah dibayar sampai ke permasalahan kekerasan dan pemerkosaan WNI.

Ia melihat penyebab banyaknya TKW yang tertarik bekerja keluar negeri adalah iming-iming dari pihak tertentu yang ternyata pihak tersebut terjalin dengan jaringan human traficking.

Permasalahan inilah yang menurutnya perlu segera diatasi, salah satunya adalah mencegah perempuan bekerja diluar negeri.

Meski demikian, Yohana tidak serta merta melarang sepenuhnya perempuan untuk tidak bekerja diluar negeri, hanya larangan untuk bekerja dibawah lembaga pekerjaan yang tidak jelas perlindungan perempuannya.

"Kecuali kalau tawaran pekerjaan tersebut formal dan dapat dipercaya . Namun kalo semisal hanya ikuta-ikutan, jangan mau. Itu kemungkinan human traficking dan itu harus dibatasi,"lanjutnya.

Selain perlarangan tersebut,Kemenpppa juga akan memberikan edukasi lebih terkait pekerjaan keluar negeri agar membatasi human traficking. Edukasi akan terfokus ke daerah yang disinyalir berpeluang sebagai daerah kantung traficking seperti Jatim,Jateng,Jawa barat,NTT,dan NTB.

"Kepala desa harus bersama kita demi mencegah perempuan kita agar tidak pergi keluar negeri dan mengikuti progam yang tidak jelas," tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next