Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menteri Desa, PR besar pembangunan desa pada 'infrastruktur'

Menteri Desa, PR besar pembangunan desa pada 'infrastruktur'

Jogjakarta-KoPi| Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menjelaskan program pembangunan desa masih terkendala oleh infrastruktur dan aksesbilitas. Hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Marwan juga menambahkan keadaan desa semakin diperburuk dengan berkurangnya masyarakat desa akibat urbanisasi ke kota. “Itu masalah kurangnya lapangan kerja, data BPS menunjukan sekitar 62,63% atau 27,73 juta jiwa masyarakat miskin tinggal di desa, ini kebanyakan desa pinggiran, dampak lainnya seperti rendahnya pelayanan kesehatan, pendidikan dan fasilitas ekonomi, sosial dan budaya,” jelas Marwan Jafar di Fakultas Peternakan UGM pukul 11.00 WIB.

Data BPS menyatakan akibat urabanisasi telah mengurangi jumlah penduduk desa secara signifikan, sebesar 50,21% pada tahun 2010. Menurut Marwan fakta ini menjadi PR besar bagi Kementrian Desa melakukan terobosan untuk mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Ini mendesak membangun kesejahteraan masyarakat dari pinggiran, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas desa pinggiran dan pinggiran kota,” kata Marwan.

Kementrian Desa telah melakukan program meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui basis sektor pertanian dan peternakan. Aplikasi sektor pertanian dengan distribusi bantuan bibit ke desa-desa. Sementara sektor peterakan dengan program peternakan yang terintegrasi.

“Sekarang pola peternakan masih tradisional, dari proses awal hingga produk akhir. Kita ada upaya sistemik, dengan struktur bangunan kandang, sistem pangan, harapannya ketika waktu panen nanti produk berkualitas dan berdaya jual tinggi,” pungkas Marwan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next