Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Menteri Desa, PR besar pembangunan desa pada 'infrastruktur'

Menteri Desa, PR besar pembangunan desa pada 'infrastruktur'

Jogjakarta-KoPi| Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar menjelaskan program pembangunan desa masih terkendala oleh infrastruktur dan aksesbilitas. Hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Marwan juga menambahkan keadaan desa semakin diperburuk dengan berkurangnya masyarakat desa akibat urbanisasi ke kota. “Itu masalah kurangnya lapangan kerja, data BPS menunjukan sekitar 62,63% atau 27,73 juta jiwa masyarakat miskin tinggal di desa, ini kebanyakan desa pinggiran, dampak lainnya seperti rendahnya pelayanan kesehatan, pendidikan dan fasilitas ekonomi, sosial dan budaya,” jelas Marwan Jafar di Fakultas Peternakan UGM pukul 11.00 WIB.

Data BPS menyatakan akibat urabanisasi telah mengurangi jumlah penduduk desa secara signifikan, sebesar 50,21% pada tahun 2010. Menurut Marwan fakta ini menjadi PR besar bagi Kementrian Desa melakukan terobosan untuk mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Ini mendesak membangun kesejahteraan masyarakat dari pinggiran, dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas desa pinggiran dan pinggiran kota,” kata Marwan.

Kementrian Desa telah melakukan program meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui basis sektor pertanian dan peternakan. Aplikasi sektor pertanian dengan distribusi bantuan bibit ke desa-desa. Sementara sektor peterakan dengan program peternakan yang terintegrasi.

“Sekarang pola peternakan masih tradisional, dari proses awal hingga produk akhir. Kita ada upaya sistemik, dengan struktur bangunan kandang, sistem pangan, harapannya ketika waktu panen nanti produk berkualitas dan berdaya jual tinggi,” pungkas Marwan. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next