Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menteri agama, jihad perlu didialogkan ulang

Menteri agama, jihad perlu didialogkan ulang

Jogjakarta-KoPi| Menteri Agama, Luqman Hakim Saifuddin berkomitmen untuk memerangi gerakan radikalisme yang berakar dari agama. Kekeliruan dalam memahami ajaran agama seolah menjadi justifikasi membenarkan tindakan kekerasan yang kerap dilakukan oleh kelompok radikal. 

Luqman menegaskan pentingnya pemahaman yang benar tentang pengertian agama terutama persoalan jihad, yang selama ini melandasi gerakan radikal berbasis agama.

“Paham keagamaan yang tidak benar, menjadi justifikasi tindak kekerasan, itu harus dibenahi, pengertian definisi tentang jihad harus terus menerus didialogkan,” kata Luqman seusai dialog bersama ‘Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Terorisme’ di Jogja Expo Center, Rabu tanggal 28 Oktober pukul 12.00 WIB.
Implementasi lebih jauh, Luqman menghimbau kepada guru agama sekolah maupun ustad penceramah untuk memahami

Secara benar makna dari jihad agama. Luqman membuka ruang terbuka bagi para guru agama maupun ustad untuk berdialog bersama tentang jihad.

Sedikit menyinggung kasus di lapangan, beberapa guru agama maupun ustad terkadang belum memiliki kualifikasi yang jelas mengenai keilmuannya. Hal ini berdampak pada pemahaman dangkal tentang ajaran agama kepada masyarakat.

“Menjadi guru agama, tidak ada kualifikasinya, guru TK saja ada kualifikasinya. Terkait dengan ustad dan guru agama perlu dibangun dialog yang intensif pemahaman intensif,” tutur Luqman.

Luqman menggarisbawahi ajaran agama dalam konteks jihad adalah konsep memanusiakan-manusia dan menghargai martabatnya.

“Bukan agama justru menghilangkan harkat dan martabat, apalagi sampai menumpahkan darah,” pungkas Luqman.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next