Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Menteri agama, jihad perlu didialogkan ulang

Menteri agama, jihad perlu didialogkan ulang

Jogjakarta-KoPi| Menteri Agama, Luqman Hakim Saifuddin berkomitmen untuk memerangi gerakan radikalisme yang berakar dari agama. Kekeliruan dalam memahami ajaran agama seolah menjadi justifikasi membenarkan tindakan kekerasan yang kerap dilakukan oleh kelompok radikal. 

Luqman menegaskan pentingnya pemahaman yang benar tentang pengertian agama terutama persoalan jihad, yang selama ini melandasi gerakan radikal berbasis agama.

“Paham keagamaan yang tidak benar, menjadi justifikasi tindak kekerasan, itu harus dibenahi, pengertian definisi tentang jihad harus terus menerus didialogkan,” kata Luqman seusai dialog bersama ‘Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Terorisme’ di Jogja Expo Center, Rabu tanggal 28 Oktober pukul 12.00 WIB.
Implementasi lebih jauh, Luqman menghimbau kepada guru agama sekolah maupun ustad penceramah untuk memahami

Secara benar makna dari jihad agama. Luqman membuka ruang terbuka bagi para guru agama maupun ustad untuk berdialog bersama tentang jihad.

Sedikit menyinggung kasus di lapangan, beberapa guru agama maupun ustad terkadang belum memiliki kualifikasi yang jelas mengenai keilmuannya. Hal ini berdampak pada pemahaman dangkal tentang ajaran agama kepada masyarakat.

“Menjadi guru agama, tidak ada kualifikasinya, guru TK saja ada kualifikasinya. Terkait dengan ustad dan guru agama perlu dibangun dialog yang intensif pemahaman intensif,” tutur Luqman.

Luqman menggarisbawahi ajaran agama dalam konteks jihad adalah konsep memanusiakan-manusia dan menghargai martabatnya.

“Bukan agama justru menghilangkan harkat dan martabat, apalagi sampai menumpahkan darah,” pungkas Luqman.
|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next