Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Menjelang akhir tahun Tim TPID dan Balai Besar POM DIY lakukan pantauan makanan

Menjelang akhir tahun Tim TPID dan Balai Besar POM DIY lakukan pantauan makanan

Jogjakarta-KoPi| Tim TPID Pemda DIY dan Tim Balai Besar POM DIY lakukan pemantauan terhadap keamanan pangan yang beredar, harga dan ketersediaan barang di lima kabupaten DIY menjelang Natal 2015.

Target dari pemantauan kali ini adalah pasar tradisional yang ada di DIY, yaitu Pasar Argosari (Gunung Kidul), Pasar Demangan (Kota), Prambanan (Sleman), Imogiri (Bantul) dan Bendungan (Kulon Progo). Pemantauan kali ini berfokus pada pangan jajajan pasar tradisional serta pangan lain yang banyak beredar di pasar.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa dari 59 sample yang diperiksa, 36 (61% MS) sampel memenuhi syarat dan 23 (39% TMS) tidak memenuhi masyarakat. Terjadi penurunan prosentase sample tidak memenuhi syarat sebesar 4% dibandingkan dengan pengawasan saat menjelang hari Raya idul Fitri. Penuran ini dikarenakan tidak ditemukannya sample yang mengandung bahan yang berbahaya di pasar demangan kota yogyakarta.

Sedangkan, temuan terbanyak ditemukan di pasar Bendungan Kulon Progo (75%). Hal ini dikarenakan letak pasar yang berdekatan dengan Purworejo, Kutoarjo, dan Kebumen sebagai pemasok pangan mengandung rhodamin B. Rhodamin B sendiri umumnya digunakan pada makanan ringan yang disajikan sebagai kudapan yaitu planting, slondok, krupuk, bolu emprit, lempeng, serta makanan traditional berupa cenil, cendol, dan getuk goreng.

Tindak lanjut dari penemuan ini yaitu dengan memberikan surat peringatan kepada penjual melalui pengelola pasar ditembuskan kepada Dinas Pasar setempat.

Ketua BPOM DIY, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, menghimbau masyarakat untuk menghindari pangan yang tidak memenuhi ketentuan dengan cermat dalam membeli dan memilih pangan, terutama untuk pangan yang menggunakan pewarna dan pangan basah yang masa simpannya lama. |Frenda Yentin| Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next