Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

 Sleman-KoPi| Rektor UGM, Prof.Ir. Panut Mulyono bersama Menteri Desa Pembangunan dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo melepas Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM periode 2 Tahun 2018 di lapangan Grha Sabha Pramana, Sabtu (23/6). KKN periode kali ini diikuti sebanyak 5.992 mahasiswa yang berasal dari 18 Fakultas dan Sekolah Vokasi. 

 

Kegiatan KKN sendiri dilaksanakan di 34 provinsi, 107 kabupaten/kota di Indonesia dan terdiri dari 212 unit. Kegiatan operasional lapangan dilaksanakan selama 2 bulan sejak tanggal 23 Juni – 10 Agustus 2017. 

 "Kegiatan KKN-PPM UGM tahun 2018 mengambil tema UGM Bersinergi Membangun Desa, yang  Program yang dilaksanakan terdiri dari 16 tema utama. Salah satu tema adalah Revitalisasi Kawasan Transmigrasi yang bersinegi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,"jelas Panut saat mengisi sambutan. 

Panut pun menjelaskan program KKN-PPN merupakan respon UGM terhadap kuatnya tekanan globalisasi pada lapisan masyarakat di Indonesia. Perubahan KKN menjadi KKN-PPM ditandai dengan adanya perubahan paradigma, yaitu dari paradigma pembangunan (development) menjadi pemberdayaan (empowerment), sehingga pelaksanaan Program KKN-PPM menjadi lebih kontekstual.

Paradigma empowerment (pemberdayaan) meliputi personal empowerment, community empowerment, dan institutional empowerment. 

"Rekontekstualisasi Program KKN ini diharapkan mampu menghasilkan calon pemimpin sejati, yaitu lulusan UGM yang mempunyai empati dan peduli terhadap permasalahan riil di masyarakat. KKN-PPM juga merupakan bagian dari  komitmen UGM dalam implementasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam rangka mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),"tambahnya.

Sementara itu Menteri Desa PDT dan Transmigrasi menyampaikan apresiasi terhadap UGM yang telah menerjunkan mahasiswa KKN ke seluruh provinsi di Indonesia sebagai wujud komitmen UGM dalam mendukung pembangunan bangsa. 

“Kami sangat menghargai upaya UGM yang secara konsisten sejak tahun 1960-an telah menerjunkan KKN di desa,”ujarnya.

Eko menyebutkan bahwa hingga memasuki 72 tahun Indonesia merdeka telah menjadi negara dengan jajaran kekuatan ekonomi no 15 dunia dengan GDP lebih dari 3 triliun USD. Bahkan diprediksi pada tahun 2050 mendatang akan menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dunia. 

“Bahkan ditengah tekanan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 5%. Kalau ini bisa dipertahankan maka yang diprediksikan akan menjadi kenyataan,” katanya.

Lebih lajut Eko menyampaikan bahwa saat ini masih banyak masyarakat di desa yang miskin dan tertinggal. Sementara pertumbuhan ekonom yang tinggi, namun tanpa ada pengurangan kemiskinan dan kesenjangan justru akan menimbulkan gejolak sosial. 

“Pak Jokowi sadar akan hal ini dan melalui nawacita ke-3 membangun bangsa dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selama 3,5 tahun pemerintah telah menyalurkan Rp. 127,74 triliun dana desa,” jelasnya. 

Menurutnya salah satu kendala dalam pembangunan bangsa adalah minimnya sarjana yang mau membangun desa. Karenanya melalui program KKN ini diharapkan dapat menjadi wahana generasi muda untuk berkiprah di desa, daerah, tertinggal, dan kawasan transmigrasi. Dengan terjun langsung ke desa mahasiswa dapat berpartisipasi dalam pembangunan desa, memberi ide, inovasi, dan gagasan dalam pengelolaan potensi desa. 

“Banyak kesempatan besar di desa dan harapannya para mahasiswa bisa melihat kesempatan itu dan nantinya dapat menjadi pengusaha besar menciptakan lapangan pekerjaan serta menginspirasi masyarakat desa,” pungkasnya.

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next