Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mendagri tekan, Bulog aktif awasi beras plastik

Mendagri tekan, Bulog aktif awasi beras plastik

Jogjakarta-KoPi| Merujuk pada surat edaran Mendagri terkait pengawasan beras plastik dan distribusi raskin. Pihak Bulog tengah memperketat pendistribusian raskin ke titik terakhir di kelurahan. Menurut kepala bidang perdagangan, Eko Wiyoto mengatakan surat edaran tersebut menekan peran Bulog di daerah untuk untuk lebih aktif membeli beras hasil panen petani setempat, dan ikut mengawasi adanya beras raskin yang tidak layak konsumsi.

“Bulog melakukan pengawasan, pengecekan dari gudang hingga distribusi raskin ke kelurahan. Selebihnya jadi tanggung jawab kelurahan lurah masing-masing”, ujar Eko.

Eko menambahkan hingga Juni 2015 ini Bulog telah menyerap 19.926 ton beras dari target tahun ini sebesar 45 ribu ton. Besaran angka tersebut sudah memenuhi 70% dari target. Melalui stok  dari 19 ribu ini, pasokan beras DIY aman untuk 5 bulan ke depan.

Alokasi Raskin DIY tahun 2015
Secara terpisah Kepala Divisi Regional Perum Bulog DIY, Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan pihak Bulog telah melakukan demo terhadap temuan yang diduga beras plastik di Sleman. "Minggu lalu kami, demo langsung ke masyarakat Sleman yang katanya ada beras raskin yang gak bisa di masak, kita ke sana uji coba dimasak buktinya bisa dimasak dan kita makan bareng-bareng", kata Langgeng

Sementara terkait distribusi raskin, Langgeng menegaskan di DIY lancar dan tidak ada kendala. Setiap bulannya rutin memasok raskin ke empat stok gudang, Wates, Gunung Kidul, Bantul dan Kalasan.

“Saat ini sudah melakukan alokasi Juni, tangal 20 sudah selesai semua alokasi ke seluruh wilayah DIY, pembayaran juga bagus, keluhan tentang raskin juga tidak ada.  Sejak penyaluran beras bulan April sudah memakai beras baru yang masih fresh, saya juga keliling mengecek ke gudang-gudang”, papar Langgeng.

Selesih sedikit dari data Disperindagkop, Langgeng menyatakan hingga Juni ini Bulog telah menyerap 20 ribu ton beras dari petani.   

“Pengadaan per hari Sabtu sore, hampir 30 ribu, pemasukan beras dari Januari ke sekarang sudah 20 ribu ton. Setiap harinya kita membeli, menyerap hasil petani, kita rata-rata harian 400 ton-500 ton dari empat gudang tersebut” kata Langgeng. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next