Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mendagri: Indonesia siap menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2019

Mendagri: Indonesia siap menggunakan sistem e-voting pada Pemilu 2019

Sleman-KoPi| Menteri Dalam Negeri,  Tjahyo Kumolo,mengatakan Indonesia siap mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu) dengan sistem E-Voting pada Pemilu serentak di tahun 2019.

Menurutnya, sampai saat ini Pemilu serentak berlangsung hingga berhari-hari dan dinilai kurang efektif.

Di sisi lain KPU berharap agar kotak suara tidak perlu menginap di kantor KPU selama proses Pemilu.

"KPU menginginkan kotak suara tidak perlu bermalam dan pada hari yang sama saat Pemilu. KPU ingin memberikan jawaban siapa yang menang pada Pemilu di hari yang sama”, katanya di UGM, Kamis (27/4).

Tjahyo  mengatakan perubahan e-voting pada Pemilu serentak bukanlah hal yang mustahil. Dia menginformasikan terkait data kependudukan untuk kepentingan Pemilu serentak sudah selesai sampai ke alamat-alamat penduduk,seperti kota, kotamadya, kecamatan dan kabupaten di tahun 2018.

"KPU tinggal melakukan verifikasi ulang seperti rekam penduduk dan lain-lain. Kalau itu bisa maka sangat mungkin E-Voting dilakukan”, terangnya.

Lanjutnya dengan E voting  di hari yang sama setelah proses di TPS selesai , semua data diwaktu yang bersamaan akan diteruskan ke pusat untuk diolah. E-voting pun juga sukses diterapkan negara lain seperti di India dan Filipina, pencoblosan di pagi hari dan pada pukul 3 sore mereka sudah mendapatkan jawaban presiden yang menang.

"Kita tidak boleh kalah sama India yang jumlah rakyatnya milyaran bisa melakukan di E voting, masa kita 178 juta penduduk tidak bisa?”, jelasnya.

Model percepatan proses pemilu memang sedang dikejar oleh pemerintahan. Hal ini pun ditunjukkan dengan ketetapan pemerintah yang memerintahkan agar waktu kampanye pada paslon berlangsung cepat sehingga tidak menimbulkan gesekan antar parpol.

Dia juga menambahkan terkait E-Voting tidak perlu melakukan perubahan UU KPU,cukup dengan UU pemilu yang menekankan asas demokratis, transparan, dan jujur sudah bisa dilakukan E-voting.

"Nantinya saat pelaksanaan E-Voting, KPU tetap melakukan tugasnya sebagai penyelenggara, Bawaslu sebagai pengawasnya, TNI, Polri dan Badan intel sebagai pengamanan dan proses ini dimonitoring oleh semua masyarakat, akademisi dan pers”,  pungkasnya.|Syafiq Syaidul Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next