Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Mendagri: Anggaran Pemilu serentak membengkak

Mendagri: Anggaran Pemilu serentak membengkak

Sleman-KoPi|Tjahjyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengatakan Pemilu serentak menghabiskan anggaran yang cukup besar dibandingkan Pemilu yang dilaksanakan harian.

Dia menerangkan anggaran penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2015 membengkak lebih dari 100% dari perkiraan awal.

"Pada tahun 2015, penyelenggaraan pemilu serentak saya kira lebih hemat, ternyata anggarannya membengkak sampai 200%,"ujarnya saat di UGM, Kamis (27/4).

Pembengkakan ini juga terjadi pada pilkada serentak di tahun 2017. Menurutnya jumlah anggaran pemilu serentak lebih membengkak dibandingkan pemilu yang dilaksanakan harian. Tjahyo melihat penyebab pembengkakan ini karena permintaan KPU dalam pembelian logistik pemilu serentak.

"KPU mengatakan harga pembelian logistik setiap lima tahun meningkat. Namun diam-diam hal ini dimanfaatkan oleh pihak lain seperti anggaran digunakan untuk pembelian kendaraan untuk Pemilu. Padahal dulunya kendaraan bisa pinjam di pemerintahan", katanya.

Ia menilai Pemilu dan Pilkada serentak tidak efisien. Namun berkaitan dengan kegiatan politik dirinya menambahkan sebuah kesuksesan kegiatan politik tidak bisa diukur oleh uang. Seperti saat seseorang ingin menjadi DPR, ia menghabiskan biaya sampai 40 milyar untuk keperluan biaya kampanye dan lain-lain.

Namun, pihaknya dalam melihat Pemilu serentak akan terus meninjau penyebab pembengkakan anggaran.

Selanjutnya, dengan merevisi UU KPU dan menguatkan sistem, dia berharap agar pemilu serentak 2019 dapat lebih efektif dan lebih efisien saat diselenggarakan.

"Kita ingin pemilu serentak kedepannya dapat lebih sederhana,diikuti secara maksimal oleh masyarakat, tidak ada politik uang dan lebih efisien dalam anggaran," pungkasnya.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next