Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mendagri: Anggaran Pemilu serentak membengkak

Mendagri: Anggaran Pemilu serentak membengkak

Sleman-KoPi|Tjahjyo Kumolo, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengatakan Pemilu serentak menghabiskan anggaran yang cukup besar dibandingkan Pemilu yang dilaksanakan harian.

Dia menerangkan anggaran penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2015 membengkak lebih dari 100% dari perkiraan awal.

"Pada tahun 2015, penyelenggaraan pemilu serentak saya kira lebih hemat, ternyata anggarannya membengkak sampai 200%,"ujarnya saat di UGM, Kamis (27/4).

Pembengkakan ini juga terjadi pada pilkada serentak di tahun 2017. Menurutnya jumlah anggaran pemilu serentak lebih membengkak dibandingkan pemilu yang dilaksanakan harian. Tjahyo melihat penyebab pembengkakan ini karena permintaan KPU dalam pembelian logistik pemilu serentak.

"KPU mengatakan harga pembelian logistik setiap lima tahun meningkat. Namun diam-diam hal ini dimanfaatkan oleh pihak lain seperti anggaran digunakan untuk pembelian kendaraan untuk Pemilu. Padahal dulunya kendaraan bisa pinjam di pemerintahan", katanya.

Ia menilai Pemilu dan Pilkada serentak tidak efisien. Namun berkaitan dengan kegiatan politik dirinya menambahkan sebuah kesuksesan kegiatan politik tidak bisa diukur oleh uang. Seperti saat seseorang ingin menjadi DPR, ia menghabiskan biaya sampai 40 milyar untuk keperluan biaya kampanye dan lain-lain.

Namun, pihaknya dalam melihat Pemilu serentak akan terus meninjau penyebab pembengkakan anggaran.

Selanjutnya, dengan merevisi UU KPU dan menguatkan sistem, dia berharap agar pemilu serentak 2019 dapat lebih efektif dan lebih efisien saat diselenggarakan.

"Kita ingin pemilu serentak kedepannya dapat lebih sederhana,diikuti secara maksimal oleh masyarakat, tidak ada politik uang dan lebih efisien dalam anggaran," pungkasnya.|Syafiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next