Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Menag RI: Agama menolak LGBT, tapi jangan jauhi pelakunya

lugman

Jogja-KoPi|Menteri Agama (Menag) RI, Luqman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa semua agama menolak tindakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Hal ini disampaikan untuk merespon putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak uji materi soal LGBT beberapa waktu lalu.

"Semua agama tidak menyetujui tindakan LGBT. Perilaku ini ditolak semua agama dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama serta iktifat atau tidak ada keraguan didalamnya,"tegas Menag usai acara Gebyar Kerukunan di GOR UNY, Senin (18/12).

Menag juga menjelaskan tidak hanya pandangan agama yang menolak, namun norma hukum positif Indonesia juga tidak mengizinkan LGBT. Hal ini bisa dilihat dari undang-undang perkawinan yang menegaskan bahwa perkawinan ditetapkan sah apabila kedua mempelai sejatinya berbeda jenis kelamin antara satu sama lain, bukan sesama jenis.

"Jadi tentunya tidak ada norma hukum yang melegalisasikan tindakan(LGBT) itu ," jelasnya.

Luqman mengimbuhkan persoalan saat ini bukanlah penolakan namun bagaimana umat beragama menyikapi pelaku yang memiliki orientasi seksual seperti LGBT. Menag pun memaparkan sampai saat ini muncul keragaman pandangan seperti dari pemuka, akademisi agama, kesehatan, kejiwaan dan ahli sosial yang melihat fenomena ini.

Bentuk pandangannya bervariatif seperti pendapat perilaku penyimpangan, masalah sosial, kutukan dari Tuhan, hingga takdir sejak bayi. Ia menegskan semua pandangan ini tidak harus diterima secara langsung ataupun ditolak secara mentah-mentah.

"Menurut hemat saya, masing masing pandangan ini harus dihormati dan dihargai,"timpalnya.

Lebih lanjut , Luqman mengatakan dirinya tidak akan menyalahkan para pelaku LGBT atas perilaku mereka. Menag mengajak semua penganut agama agar mengarahkan para pelaku LGBT ini kembali ke ajaran yang benar. Respon mengucilkan dan menjauhi pelaku LGBT ,menurutnya justru dirasanya tidak sesuaai dengan tujuan semua agama.

"Jadi menurut saya, kita harus merangkul serta mengayominya (pelaku LGBT), bukan di kucilkan dan dijauhi. Justru kewajiban kita sebagai umat penganut agama ,bahwa agama itu mengajarkan kalau kita tahu ,katakanlah tindakan yang mereka lakukan sesat, kita harus mengajak mereka ke jalan yang benar,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next