Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

MEA di depan mata, Indonesia belum siap

MEA di depan mata, Indonesia belum siap

Jogjakarta-KoPi| Era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016 yang dinanti-nanti kini telah di depan mata. Namun masih menyisakan kekhawatiran masyarakat. Terutama para pelaku perekonomian kecil menengah. Seperti yang diungkapkan oleh Staf Bidang Pengembangan Pasar Beringharjo, Supartono, meski mengaku optimis menghadapi pertarungan MEA 2016.

Supartono mensyaratkan kualitas produk Indonesia harus mampu unggul dengan negara ASEAN. Menurut Supartono tugas pemerintah saat ini terus meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal. Sehingga mampu menandingi produk luar negeri.

Dalam lingkup pasar kerjasama elemen pasar seperti Disperindagkoptan sangat penting.
“Harapannya, pemerintah mendukung peningkatan kualitas. Pas MEA kita berharap fasilitas domain di perdagangan meningkat,” jelas Supartono di kantor pasar Beringharjo pada 6 Januari 2015.

Kendala Internal Pedagang

Bertolak belakang dengan Supartono, Peneliti Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Dr. Dumairy justru menyatakan Indonesia tidak siap bersaing menghadapi MEA 2016. Sejak awal pedagang sudah kesulitan menghadapi persaingan internal.

Kondisi perekonomian khusus menengah dan kecil telah melemah sejak globalisasi. Hal itu semakin diperparah dengan menjamurnya toko berjejaring.

“(Konteks pedagang pasar dan UMKM), jangankan MEA Mbak, jauh-jauh hari sebelum MEA, mereka sudah menjerit dengan banyaknya toko berjejaring,” jelas Dr. Dumairy.

Sementara pedagang sembako pasar Beringharjo, Siswanti mengatakan kesulitan mendapatkan barang yang bagus. Pasalnya barang-barang banyak diambil oleh suplier dari restoran dan hotel.

“Sekarang sepi pembeli, barang diambil suplier dari restoran dan hotel, mereka berani banting harga, rugi,” jelas Siswanti. |Winda Efanur FS|Cucuk Armanto|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next