Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Maritim DIY memiliki potensi besar tapi belum dimanfaatkan sepenuhnya

Pantai Sadeng Jogja Pantai Sadeng Jogja

Jogajakarta-KoPi|Dinas Perikanan dan Kelautan DIY gencar meningkatkan pemanfaatan potensi di bidang kelautan. Potensi bertopang pada dua sumber utama meliputi sumber daya kelautan dan sumber daya perikanan.

Menurut kepala bidang perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Suwarman Sumber daya kelautan meliputi tanaman mangrove, konservasi perairan, konservasi penyu, kaitannya dengan tata ruang peisisr dan laut.

Sumber daya perikanan terbagi dalam 10 kelompok ikan. Kelompok ikan pelagis besar berupa tongkol, tuna, cakalang dan cucut. Kelompok ikan pelagis kecil seperti kembung, tongkol kecil,layang. Kelompok ikan demersal seperti bawal layur, mayung, ti8ga wajah, udang. Keompok karang seperti lobster, ikan hiu, krapu, kakap.

Kelompok ikan crutase segala jenis udang. Kelompok kerang. Kelompok mamalia seperti ikan paus. Kelompok rumput laut seperti padang lamun. Kelompok benih alam berasal dari penangkapan dari benh alam seperti elper, nener, anak sidat. Kelompok reptilia seperti penyu, kura-kura.

Semua kelompok ikan tersebut serta merta diperdagangkan oleh nelayan. Untuk wilayah se-DIY ada 19 pusat pendapatan ikan yang membujur sepanjang pantai selatan.

Pusat pendapatan ikan terbesar ada di tempat pelelangan ikan (TPI) Sandeng, Gunung Kidul. Dengan fasilitas pelabuhan Pantai Sandeng menjadi tempat utama penangkapan ikan.

“Di Sandeng ada 8 kapal semi modern, yang bernama purse seine atau pukat cicncin. kapal ini pernah mendapat tangkapan terbenyak sampai 13 ton ikan, meliputi tuna, tongkol, lobster”, papar Suwarman.

Dislautkan menjual tangkapan ikan DIY sekitar 30%-40 % ke luar daerah seperi Cilacap dan Surabaya. Namun Suwarman mengakui potensi laut belum dimanfaatkan seluruhnya. Seperti ikan-ikan kedalaman laut 2000-3000 m atau deep sea water. “Sebetulnya sumber daya ikan yang belum dimanfaatkan sama seklai ikan laut dalam, ini bukan untuk ikan konsumsi tapi untuk industri farmasi dan kosmetik. Ya artinya yang ngambil yang gampang-gampang aja masih banyak”.

Sementara kendala berada pada kurangnya skill SDM. Pelatihan dan magang menjadi program utama Dislautkan DIY meningkatkan kompetensi para nelayan.

|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next