Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Mantan Gubenur Jambi dan Bupati Temanggung Legendaris, Masjchun Sofwan Wafat

Mantan Gubenur Jambi dan Bupati Temanggung Legendaris, Masjchun Sofwan Wafat

Jakarta-KoPi| Mantan Gubernur Jambi Masjchun Sofwan atau akrab dipanggil Pak Mbong dalam keluarganya meninggal dunia. Gubernur periode 1979-1989 ini menjalani perawatan di RSPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pak Mbong wafat pukul 22.30 WIB, 3 Oktober 2015 di RSPP.

Masjchun Sofwan sebelum menjadi Gubenur Jambi dua periode adalah Residen Kedu dan Bupati Temanggung 1964-1978. Ketika menjabat sebagai Bupati Temanggung, Pak Mbong merupakan sosok pejabat yang sangat merakyat, dicintai dan legendaris di mata rakyat Temanggung.

Banyak masyarakat di masa itu sering dikagetkan kehadiran Pak Mbong yang tiba- tiba di antara mereka tanpa disadari. Masjchun Sofwan terbiasa meninjau dan menyamar sebagai rakyat kecil untuk melihat keadaan masyarakat secara langsung. Istilah sekarang dikenal sebagai blusukan tapi tanpa wartawan yang menyertai.

Masjchun Sofwan atau Pak Mbong meninggalkan seorang istri Juniwita Tedjakusuma (Anggota DPD) dan seorang anak angkat dan empat anak tiri.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Kol. Sugiono No 17 Duren Sawit Jakarta Timur. Rencananya jenazah akan disalatkan di Masjid Pondok Indah dan dimakamkan pukul 13.00 WIB di TPU Tanah Kusir hari ini.

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next