Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Lukisan palsu mencoreng seni lukis Indonesia

kiri : Bambang Bujono kiri : Bambang Bujono

Jogjakarta-KoPi| Maraknya praktek peredaran lukisan palsu meresahkan para seniman di Indonesia. Para seniman beserta pecinta seni yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta seni Rupa Indonesia (PSSI) melakukan investigasi terhadap karya pelukis ternama.

Hasilnya pun mencengangkan banyak lukisan karya maestro Indonesia telah dipalsukan oleh pihak tertentu. Hasil investigasi ini telah dibukukan dalam buku “ Jejak Lukisan Palsu di Indonesia dan Pameran 26 Lukisan”. Beberapa karya seniman yang dipalsukan seperti Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Soedibio, dan nama seniman lainnya.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi penemuan lukisan palsu berada di kolektor ternama seperti Dr. Ong Hong Djien. “Saat pembukaan museum Pak Hong Djien saya sampai bilang nama Allah di sana yang sebenarnya tidak tepat, lukisan yang dipamerkan kebanyakan palsu,” ujar curator dan staf pengajar di ITB, Aminudin TH. Siregar saat menjadi narasumber pada diskusi lukisan palsu di Galleri Museum Jogja pukul 14.00 WIB.

Sementara Editor Buku Jejak Lukisan Palsu di Indonesia, Bambang Bujono mengungkapkan praktik pemalsuan lukisan sudah lama menjamur di Eropa selama puluhan decade. Kini melihat praktik yang serupa di Indonesia sangat merugikan.

“Banyak pihak yang akan dirugikan dengan adanya praktik lukisan palsu, seperti para seniman Indonesia yang membuat karya seni juga para kolektor yang akan merasa dibodohi,” tutur Bambang.

Secara keseluruhan praktek lukisan palsu telah mencoreng nama baik seni rupa serta menghambat perkembangan seni rupa Indonesia.|Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next