Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kritik pakar ekonomi pada ketidakikutsertaan Indonesia di TPP

ibm-binus-3p.blogspot.com ibm-binus-3p.blogspot.com

Jogjakarta-KoPi| Amerika Serikat, Jepang dan 10 negara pasifik menandatangani Kemitraan Trans Pasifik (TPP) pada Senin 5 Oktober lalu. Kemitraan TPP mewujudkan perdagangan internasional ke negara anggota TPP dengan bea masuk hampir 0%.

Negara-negara lain yang tergabung dalam TPP adalah Australia, Brunei Darusalam, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Sementara pakar ekonomi, Yose Rizal Damuri menilai ketidakikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan TPP karena Indonesia belum memiliki kesiapan menghadapi TPP.

“Kita selaku bilang siap berkompetisi atau gak?, Siap atau ga gak ya tetap kompetisi berlangsung,” jelas Yose Rizal Damuri seusai diskusi ‘Prospek Trans Pasific Partnership dan Strategi Perdagangan Bebas Indonesia’ di Wisma Syantikara pukul 12.00 Wib.

Yose Rizal Damuri menegaskan ketidaksiapan Indonesia terlibat dalam TPP karena pemerintah Indonesia belum berani melakukan terobosan di bidang perdagangan luar negeri.Perubahan peraturan dasar perekonomian dasar ini menjadi tantangan bagi pemerintah, DPR bahkan pemerintah daerah.

“Siap gak kita melakukan perubahan, UU penanaman modal dirubah, UU HAKI kekayaan intelektual dirubah, aturan investasi dirubah, untuk standar TPP?,” ungkapnya.

Dalam konteks TPP ini, ketidakikutsertaan Indonesia menyebabkan banyak kerugian. Menurut Yose Rizal Damuri Indonesia akan kehilangan pangsa pasar di berbagai negara TPP. Seperti Amerika Seriakat dan Jepang, yang selama ini mejadi pasar bagi Indonesia.

Sebaliknya justru investasi akan membanjiri Vietnam, nota bene anggota TPP. “ Vietnam masih setara dengan Indonesia, kemungkinan Vietnam mendapatkan keuntungan paling besar, nanti banyak pengalihan dari Filipina, Indonesia ke Vietnam, “ pungkas Yose Rizal Damuri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next