Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kritik pakar ekonomi pada ketidakikutsertaan Indonesia di TPP

ibm-binus-3p.blogspot.com ibm-binus-3p.blogspot.com

Jogjakarta-KoPi| Amerika Serikat, Jepang dan 10 negara pasifik menandatangani Kemitraan Trans Pasifik (TPP) pada Senin 5 Oktober lalu. Kemitraan TPP mewujudkan perdagangan internasional ke negara anggota TPP dengan bea masuk hampir 0%.

Negara-negara lain yang tergabung dalam TPP adalah Australia, Brunei Darusalam, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Sementara pakar ekonomi, Yose Rizal Damuri menilai ketidakikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan TPP karena Indonesia belum memiliki kesiapan menghadapi TPP.

“Kita selaku bilang siap berkompetisi atau gak?, Siap atau ga gak ya tetap kompetisi berlangsung,” jelas Yose Rizal Damuri seusai diskusi ‘Prospek Trans Pasific Partnership dan Strategi Perdagangan Bebas Indonesia’ di Wisma Syantikara pukul 12.00 Wib.

Yose Rizal Damuri menegaskan ketidaksiapan Indonesia terlibat dalam TPP karena pemerintah Indonesia belum berani melakukan terobosan di bidang perdagangan luar negeri.Perubahan peraturan dasar perekonomian dasar ini menjadi tantangan bagi pemerintah, DPR bahkan pemerintah daerah.

“Siap gak kita melakukan perubahan, UU penanaman modal dirubah, UU HAKI kekayaan intelektual dirubah, aturan investasi dirubah, untuk standar TPP?,” ungkapnya.

Dalam konteks TPP ini, ketidakikutsertaan Indonesia menyebabkan banyak kerugian. Menurut Yose Rizal Damuri Indonesia akan kehilangan pangsa pasar di berbagai negara TPP. Seperti Amerika Seriakat dan Jepang, yang selama ini mejadi pasar bagi Indonesia.

Sebaliknya justru investasi akan membanjiri Vietnam, nota bene anggota TPP. “ Vietnam masih setara dengan Indonesia, kemungkinan Vietnam mendapatkan keuntungan paling besar, nanti banyak pengalihan dari Filipina, Indonesia ke Vietnam, “ pungkas Yose Rizal Damuri. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next