Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kriminalisasi pers: Majalah Tempo dilaporkan ke Polisi

Kriminalisasi pers: Majalah Tempo dilaporkan ke Polisi

KoPi| Majalah Tempo menjadi sasaran kriminalisasi setelah laporannya 19-25 Januari 2015, dalam edisi "Bukan Sembarang Rekening Gendut" yang menuliskan aliran dana Komisaris Jenderal Budi Gunawan ke sejumlah pihak. Seperti yang dirilis dari berita Tempo, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melaporkan majalah Tempo ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI pada 22 Januari 2015.

Mohamad Fauzan Rachman, Ketua BMBI, menggunakan Pasal 47 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan serta Pasal 11 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Tempo dituduh telah membocorkan rahasia perbankan,” kata Anggota Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo kepada Tempo di gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin, 2 Maret 2015.

Stanley, panggilan akrab Yosep, menjelaskan bahwa, atas laporan itu, Tempo tidak dapat dijerat pasal tindak pidana ataupun dianggap menyalahi kode etik. Alasannya, laporan tersebut merupakan hasil investigasi yang digunakan sebagai informasi publik. "Itu urusan wartawan dan narasumber. Tempo hanya menyampaikan informasi yang didapat. Yang salah, ya, pembocornya," ujarnya.

Menurut Stanley, semula laporan tersebut memang ditangani Bareskrim. Tapi kemudian Bareskrim melimpahkan kasus ini ke Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Kepolisian Daerah Jaya.
“Tahu-tahu sudah ditangani Polda Metro,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendati kasus ini ditangani kepolisian, Dewan Pers meminta pemeriksaan mereka sebagai saksi ahli berlangsung di gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. “Seharusnya (pemeriksaan berlangsung) pagi tadi, tapi tidak ada kabar. Jadi ditunda, besok," katanya.

Selain melaporkan Tempo, pada hari yang sama, GMBI melaporkan mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Yunus Husein, serta dua pemimpin KPK nonaktif, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Dasar laporan ini pun sama. Mereka dituding membocorkan rahasia negara. | Tempo | Solidaritas Pers

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next