Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kriminalisasi pembela HAM, Komnas HAM usul revisi UU perlindungan HAM

Kriminalisasi pembela HAM, Komnas HAM usul revisi UU perlindungan HAM

Jogjakarta-KoPi| Dasar hukum pembela hak asasi manusia tertulis pada pasal 28 C UUD 1945. Bahkan secara eksklusif tercantum dalam pasal 100 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Namun kedua payung hukum tersebut hanya memberi kebebasan mengeluarkan pendapat dan aksi perlindungan HAM sementara tidak ada jaminan keselamatan bagi pejuang HAM.

Salah kasus terjadi pada aktivis HAM, Aji Kusumo pernah mendekam di sel tahanan Sleman sekitar tiga bulan. Aji masuk tahanan karena maslah dengan pembangunan apartemen Uttara the icon pada Oktober 2014 yang lalu.

Komisioner HAM RI Siti Noor Laila menanggapi ada kesalahan prosedur dalam penahanan Aji Kusumo. Menurut Laila, untuk masalah pembangunan apartemen Uttara The Icon yang berkiatan dengan lingkungan tidak bisa dipidanakan atau sengketa perdata.

Mengenai hal ini Laila mengusulkan kepada DPR untuk merevisi pasal 100 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. Revisi dengan menyertakan jaminan keselamatan bagi para pembela HAM.

“ Banyak pejuang HAM mendapat intimidasi bahkan krimianlisasi, kami berupaya ( Komnas HAM) mengusulkan revisi pasal 100 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM. sekarang sedang membahas kemungkinan akan memasukan perlindungan pembela HAM. Rencananya (usulan) masuk prolegnas DPR tahun depan”, kata Laila.

Selain itu Laila menambahkan perempuan menjadi kelompok rentan pembela HAM. Seringkali aktivis perempuan mendapat serangan kekerasan bahkan pemerkosaan dari pelanggar HAM.

“ Saat kasus cebongan, kalau perempuan (mereka) gampang ngomong perkosa aja rame-rame”, jelas Laila. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next