Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konggres PGSI melawan diskriminasi antarguru

Konggres PGSI melawan diskriminasi antarguru

Jogja-KoPi|Para guru di Indonesia melakukan Kongres ke dua Persatuan Guru Seluruh Indonesia(PGSI) mengangkat tema "Bangkit membangun Loyalitas dan karakter bangsa" berupaya menghilangkan diskriminasi serta membangun integritas Guru, bertempat di Gedung DPRD DIY,Sabtu (25/2).

Ketua Umum PGSI , Fatah Yasin, menyampaikan saat ini diskriminasi pun ada dalam kalangan guru. Salah satunya adalah perbedaan antara guru honorer, guru PNS dan guru swasta. Fatah Yasin mengatakan pihaknya bersama PGSI akan berusaha menyetarakan kedudukan semua guru.

Rencana ke depannya kita ingin mensejajarkan guru, nantinya tidak ada guru honorer, guru negeri, guru swasta yang ada hanya guru Indonesia,"katanya saat mengisi sambutan.

Salah satu langkahnya adalah membentuk guru menjadi lebih bermartabat, profesional serta berintegritas. Fatah Yasin mengingatkan tujuan berdirinya PGSI adalah membantu guru agar dapat menjadi guru dengan kriteria tersebut. PGSI sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011 dengan tahun kepengurusan 2011-2016.

Dalam kongres ke dua ini, Fatah berharap kongres ini akan menjadi momentum agar guru yang berintegritas dapat membangun negeri menjadi lebih baik sesuai dengan tema yang diusung.

Kongres yang dihadiri kurang lebih 350 guru dari kurang lebih 13 provinsi dan 36 kabupaten kota mendapatkan sambutan yang baik dari perwakilan DPRD DIY, Cam Hardianto dan Dispora DIY Yuniarti.

Senada dengan Fatah Yasin, Cam Hardianto juga merasa bahwa diskriminasi terhadap guru sudah dirasa terlalu kuat .Cam Hardianto juga berharap pada pemerintah agar nantinya lebih memperhatikan kesejahteraan guru.

"Jangan pikirkan agar dapat menjadi guru PNS, jadilah guru yang baik. Pesan saya tolong didik lah murid dengan baik," kata Cam Hardianto.

Dispora DIY juga berharap agar nantinya kongres yang berjalan dua hari ini selain melahirkan kepengurusan baru PGSI yang bertanggung jawab,dapat melahirkan keputusan dan kesepakatan yang baik dalam program meningkatkan guru yang berkualitas.

"Kongres ini harapannya dapat melahirkan keputusan dan kesepakatan untuk membangun loyalitas dan karakter bangsa,"pungkas Yuniarti.| Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next