Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konflik Rohingya, pemerintah Indonesia harus lakukan advokasi

Konflik Rohingya, pemerintah Indonesia  harus lakukan advokasi
Surabaya - KoPi | Seorang biksu Buddha Myanmar, Ashin Wirathu, merupakan dalang atas penyerangan Muslim Rohingya di Myanmar. Adanya konflik etnis yang dilakukan warga Myanmar dan kelompok radikal Buddha merupakan kekhawatiran berkembangnya Islam di Myanmar. Akibatnya warga Rohingya terusir dan kini meminta pertolongan negara lain.

Aceh menjadi tempat di mana lebih dari 1000 pengungsi Rohingya bersandar. Ketika warga Rohinya ditolak oleh angkatan laut Indonesia dan Malaysia, para nelayan Aceh justru berbondong-bondong menolong mereka.

Menurut Syuhel Maidi Syukur, Presiden Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KSNR), keterlibatan warga Indonesia membantu Muslim Rohingya dilakukan sejak tahun 2012 lewat bantuan lembaga sosial ACT (Aksi Cepat Tanggap). Bantuan masyarakat tersebut digunakan untuk membangun shelter layak huni bagi pengungsi Rohingya, pangan, dan bantuan kesehatan.

“Saat ini yang dibutuhkan pengungsi Rohingya di Aceh atau yang masih berada di laut adalah bantuan pangan, sandang, dan tempat tinggal. Namun, yang lebih dibutuhkan mereka adalah diplomasi negara-negara dunia terhadap Myanmar. Diplomasi itu untuk mendesak Myanmar agar segera menyelesaikan konflik sehingga warga Rohingya akan kembali merasa aman,” ujar Syukur saat dihubungi KoPi.

Syukur menilai bahwa konflik kemanusiaan ini akan terus terjadi jika pemerintah Myanmar tetap bungkam. “Masih ada ratusan ribu penduduk Rohingya yang terancam di Myanmar, maka Indonesia harus bergerak untuk mendesak Myanmar segera menyelesaikan konflik tersebut,” ujar Syukur.

Indonesia merupakan negara yang memiliki peran strategis di ASEAN. Peran Indonesia dalam beberapa proyek pembangunan di Myanmar merupakan bentuk kedekatan diplomasi antara kedua negara. Kedekatan tersebut harus dimanfaatkan pemerintah untuk menciptakan advokasi bagi Muslim Rohingnya disana.

“Isu Rohingya adalah isu kemanusiaan. Jika Indonesia terus menerus menampung pengungsi Rohingya, lama-alam pasti akan kewalahan. Hal yang perlu dilakukan adalah deklarasi perdamaian, sehingga warga Rohingya bisa kembali ke Myanmar dengan kebebasan beragama dan mendapatkan hak asasinya sebagai manusia,” ujarnya. | Labibah

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next