Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Konferensi Hak Disabilitas dan Pendidikan Islam

Konferensi Hak Disabilitas dan Pendidikan Islam
Jogja-KoPI| Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Australian Chatolic University menyelenggarakan Konferensi Internasional mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas, Pendidikan Inklusif dan Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia pada 21-22 Mei 2015. Acara ini didukung oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta.
 
Kepala Bagian Politik dan Ekonomi Kedutaan Besar Australia, Dr Bradley Armstrong, mengatakan yakin bahwa nilai-nilai Islam, yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan kesetaraan, berpotensi besar untuk meningkatkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
 
“Kerjasama Australia dan Indonesia ini merupakan bentuk nyata komitmen kita bersama untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, sejalan dengan Konvensi PBB mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas yang telah diratifikasi oleh kedua negara,” jelas Bradley.
 
Konferensi tersebut didanai oleh Australia Indonesia Partnership for Justice, sebuah proyek Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas) yang bertujuan mewujudkan hak-hak dasar dan memberantas korupsi di Indonesia.
 
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next