Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kondisi genting, ilmuwan sosial Indonesia bertemu

gambar: edukasi-pustaka.blogspot.com gambar: edukasi-pustaka.blogspot.com

Surabaya-KoPi. Para ilmuwan sosial se-Indonesia akan bertemu di Universitas Airlangga. Pertemuan tersebut ada dalam acara Simposium Ilmuwan Sosial Indonesia yang bertema Kepemimpinan Transformatif untuk Masa Depan Indonesia.

Menurut Abdul Kodir, koordinator program simposium, acara simposium ilmuwan sosial ditujukan sebagai ruang a dkademik para ilmuwan sosial tentang berbagai isu. Acara ini didesain agar para pemimpin politik, baik yang saat ini menjabat maupun akan menjabat, mendapatkan informasi konstruktif tentang analisis masalah-masalah masyarakat Indonesia.

"Tanpa pemahaman tentang masyarakat Indonesia dan masalah-masalahnya, pemimpin politik tidak akan mampu menciptakan kebijakan yang tepat dan transformasional."

Oleh sebab itu lanjut Kodir, para ilmuwan sosial yang peduli dan berposisi kritis perlu hadir dalam acara simposium ini. Pelaksanaan simposium adalah 14-15 Juni 2014 di FISIP Universitas Airlangga.

Kodir sebagai koordinator program mengundang para ilmuwan sosial Indonesia untuk hadir dalam simposium ini.

Secara garis besar ada tiga acara dalam simposium, yaitu dialog kepemimpinan nasional (14 Juni), simposium ilmuwan sosial (15 Juni), dan scenario building masa depan Indonesia (15 Juni).

Pada sesi simposium ilmuwan sosial, para akademisi, peneliti, and aktivis di lembaga-lembaga sipil akan dibagi menjadi limat sub-tema terkait masalah dalam masyarakat Indonesia. Informasi lebih detail bisa dicek di www.spsm.sociologycenter.org*

 

Reporter: Aditya

More in this category:
back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next