Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kompetisi robot ke-8, peserta bertambah

Kompetisi robot ke-8, peserta bertambah

Jogjakarta-KoPi| Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan Kontes Robot Pintar (KRPY) ke-8 kalinya. KRPY berlangsung di Taman Pintar pada tanggal 24-25 Oktober 2015.

Kepala Seksi Pengembangan Keprogaman, Krismono Adjie menjelaskan kontes robotik ini langkah untuk menggali kreativitas anak-anak pada roboot. Sementara lomba ini melingkupi lima kategori. Kategori A untuk tingkat SMA/SMK diikuti oleh 55 tim, mempertandingkan robot beroda meniti garis dan pemadam api dengan konstruksi otomisasi tanpa mikrokontroler.

Kategori B diikuti oleh 34 tim untuk tingkat SMP sederajat, mempertarungkan roda penjejak cahaya. Sama dengan kategori A, tanpa mikrokontroler.

Kategori C, kalangan SMA/SMK mahir diikuti oleh 43 tim.

Kategori D untuk kalangan umum diikuti oleh 38 tim berupa robot pengendali cahaya. Kategori ini bagi pelajar SMP dan SMK.

Kategori E untuk tingkat SD diikuti oleh 41 tim yang menandingkan robot beroda penjejak cahaya.

"Jenis lomba sebenarnya sama saja, dengan meniti garis, ada rintangan yang berbeda- beda," papar Krismono Adjie.

Dibandingkan dengan pertandingan robotik tahun lalu, pertandingan robot tahun tidak memiliki perbedaan yang mencolok.

"Tahun ini pesertanya lebih banyak sampai 221 peserta. Bahkan pesertanya dari luar kota seperti Magelang, Cilacap, Wonosobo, Klaten, dan Semarang," kata Krismono.

Harapan ke depan lomba robotik akan dilaksanakan dengan seleksi dan rintangan yang lebih sulit untuk memicu kreativitas peserta. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next