Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bencana Nasional terhadap kebakaran hutan

Bencana Nasional terhadap kebakaran hutan

Jogjakarta-KoPi| Ketua Pokja Kebakaran hutan, Prof. Dr. Ir. Azwar Maas menilai bencana asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional. Mengingat akar masalah melibatkan semua elemen dari tingkat pemerintah pusat hingga daerah. Bencana asap ini pun telah menyebabkan kerugian yang sangat besar.

“Ini sudah bencana, letusan Merapi saja jadi bencana nasional, kenapa ini tidak disebut bencana nasional,” jelas Prof. Azwar seusai diskusi "Sumbangan Pemikiran UGM untuk Solusi Kebakaran Hutan dan Lahan serta Dampak Perubahan Iklim" di pasca sarjana UGM pukul 11.20 WIB.

Azwar memandang kebakaran hutan ini bentuk murni dari dampak konversi lahan. Sebagai antisipasi kebakaran pihak Pokja Kebakaran hutan mengusulkan adanya sistem konversi air yang baru. Pasalnya blocking air di areal muara mengambil air dari sumber air yang kering. Sehingga penataan air di muara tidak menyelesaikan masalah.

“(Kebakaran hutan) Ini penataan ulang penggunaan lahan, jadi harus ada konservasi air dan posisinya diubah kalo gak, ya, sama saja,” tutur prof. Azwar.

Sementara kini, Tim Pokja sedang melakukan pompanisasi terhadap areal hutan yang terbakar. Pengerjaan pompanisasi mengikuti data air di permukaan. Pompanisasi dapat melintasi tanggul galian, termasuk juga untuk pemadaman dini areal yang terbakar.

Namun perlu dipertimbangkan apakah saluran yang dibuat saat ini pada musim hujan tidak menimbulkan bencana banjir. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next