Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bencana Nasional terhadap kebakaran hutan

Bencana Nasional terhadap kebakaran hutan

Jogjakarta-KoPi| Ketua Pokja Kebakaran hutan, Prof. Dr. Ir. Azwar Maas menilai bencana asap yang melanda Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional. Mengingat akar masalah melibatkan semua elemen dari tingkat pemerintah pusat hingga daerah. Bencana asap ini pun telah menyebabkan kerugian yang sangat besar.

“Ini sudah bencana, letusan Merapi saja jadi bencana nasional, kenapa ini tidak disebut bencana nasional,” jelas Prof. Azwar seusai diskusi "Sumbangan Pemikiran UGM untuk Solusi Kebakaran Hutan dan Lahan serta Dampak Perubahan Iklim" di pasca sarjana UGM pukul 11.20 WIB.

Azwar memandang kebakaran hutan ini bentuk murni dari dampak konversi lahan. Sebagai antisipasi kebakaran pihak Pokja Kebakaran hutan mengusulkan adanya sistem konversi air yang baru. Pasalnya blocking air di areal muara mengambil air dari sumber air yang kering. Sehingga penataan air di muara tidak menyelesaikan masalah.

“(Kebakaran hutan) Ini penataan ulang penggunaan lahan, jadi harus ada konservasi air dan posisinya diubah kalo gak, ya, sama saja,” tutur prof. Azwar.

Sementara kini, Tim Pokja sedang melakukan pompanisasi terhadap areal hutan yang terbakar. Pengerjaan pompanisasi mengikuti data air di permukaan. Pompanisasi dapat melintasi tanggul galian, termasuk juga untuk pemadaman dini areal yang terbakar.

Namun perlu dipertimbangkan apakah saluran yang dibuat saat ini pada musim hujan tidak menimbulkan bencana banjir. |Winda Efanur FS|

back to top

More in News Categories

Prev Next

Other Categories

Prev Next